Rabu, 20 Nov 2019

Terlibat Dugaan Penipuan Proyek, Mantan Bupati Tapteng Diadili

Jumat, 16 November 2018 14:08 WIB
SIB/Rido Adeward Sitompul
DIADILI: Mantan Bupati Tapteng Sukran Jamilan Tanjung (kanan) dan kerabatnya Amirsyah Tanjung mulai diadili di PN Medan, Kamis (15/11). Keduanya didakwa dalam kasus penipuan proyek.
Medan (SIB) -Mantan Bupati Tapanuli Tengah Sukran Jamilan Tanjung dan kerabatnya Amirsyah Tanjung mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (15/11). Keduanya didakwa dalam kasus dugaan penipuan proyek.

Dalam sidang yang dilanjutkan dengan keterangan saksi itu sempat diwarnai dengan adu argumen antara kedua terdakwa dengan saksi pelapor Josua Marudutta Hutahean.

Josua mengatakan bahwa dia ditawari kerabat Sukran yakni Amirsyah Tanjung untuk mengerjakan proyek rehabilitasi puskesmas di Tapanuli Tengah pada tahun 2016 dengan pagu anggaran sebesar Rp 5 miliar.

"Saya ditawari proyek rehab Puskesmas oleh Amirsyah Tanjung. Saat itu saya juga diperintah Amirsyah untuk mengantarkan uang kepadanya sebesar Rp 375 juta," ucap Josua di hadapan majelis hakim yang diketuai Saryana.

Lebih jauh, Josua mengatakan bahwa dia sempat bertemu membahas proyek tersebut bersama temannya Rolland Limbong dan Amirsyah Tanjung pada Januari 2016 di rumahnya. Josua mengatakan bahwa Amirsyah meminta dia mentransfer uang administrasi sebesar Rp 375 juta ke rekening seseorang bernama Umar Hasibuan dan Rp 75 juta ke rekening Amirsyah sendiri.

"Yang pasti saya sudah memberikan uang beberapa kali. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Syukran," jawab Josua Marudutta kepada JPU Kadlan Sinaga.
Sementara terhadap kesaksian Josua Marudutta, Sukran maupun Amirsyah membantah keterangannya. Namun, keduanya mengaku mengenal Josua.

"Saya sempat bertemu Josua tapi keterangan yang diberikannya salah semua," ucap Amirsyah setali tiga uang dengan Sukran  yang membantah mengiming-imingi proyek.

"Saya tidak pernah memberikan janji proyek dan menerima uang. Saya pernah menunjukkan bukti rekening saya jika memang benar," ucap  Sukranmenjawab pertanyaan majelis hakim.

Setelah mendengarkan keterangan kedua terdakwa Hakim Sariyana pun menutup sidang hingga Kamis pekan depan.

Usai sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga mengatakan kedua terdakwa tidak ditahan sebelumnya. Kadlan mengatakan bahwa tidak ditahannya keduanya telah dilakukan sejak dalam penyidikan oleh polisi.

"Kita cuman meneruskan aja. Di polisi kemarin ini sudah tidak ditahan jadi kita juga tidak tahan. Mungkin ada pertimbangan subjektifnya ya," pungkas Kadlan Sinaga.

Diketahui dalam perkara tersebut, Josua Marudutta melaporkan Sukran Jamilan Tanjung dan kerabatnya Amirsyah Tanjung ke Polda Sumut lantaran mengaku telah ditipu Rp 450 juta. Kini terhadap keduanya, Jaksa Penuntut Umum menyematkan dakwaan primer pada pasal 378 Jo Pasal 55(1) ke 1  Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dengan Subsider Pasal 4 Undang -Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pembrantasan Tindak pidana Pencucian uang Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUH Pidana. (A14/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments