Sabtu, 23 Nov 2019

Target 1 Juta Wisman ke Sumut 2019 Dipastikan Tak Tercapai

Sanusi Surbakti: Kondisi Jalan Pengaruhi Minat Wisman Berkunjung
bantors Senin, 14 Oktober 2019 14:10 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Kalangan praktisi bisnis di sektor pariwisata maupun dunia usaha lainnya di Sumut menyatakan target kunjungan 1 juta wisatawan mancanegara (Wisman) ke Sumut pada tahun 2019 dipastikan tidak akan tercapai karena berbagai faktor teknis dan kebijakan pemerintah daerah sendiri.

Mantan Wakil Sekretaris Badan Pariwisata Sumatera Utara (North Sumatera Tourism Board-NSTB) Ir Raya Timbul Manurung dan pemerhati wisata Ir Sanusi Surbakti MBA MRE dari Balai Adat dan Budaya Karo Indonesia (BABKI), secara terpisah menyebutkan fakta detil penyebab ketidakpastian angka target itu adalah jumlah Wisman ke Sumut hingga akhir September tahun ini ternyata masih di bawah angka 500.000 orang Wisman.

"Program dan target kunjungan 1 juta wisman ke Sumut pada 2019, yang ditetapkan pemerintah pusat dalam rangka Otorita Danaun Toba, agaknya tak mungkin tercapai. Apa mungkin kita bisa meraih minimal 700.000 orang Wisman ke Sumut ini dalam sisa waktu dua bulan ini (November-Desember). Sedangkan hingga September ini saja masih jauh di bawah 500.000 orang Wisman, bahkan masih di bawah jumlah 300.000 Wisman. Secara khusus, penyebabnya adalah faktor kebijakan dan teknis karena masih minimnya arus penerbangan mancanegara ke daerah ini," katanya, kepada SIB, Jumat (11/10) di Medan.

Soalnya, data yang dirilis dari BPS Sumut memerkuat fakta bahwa angka kunjungan Wisman ke Sumut yang tak sampai 300.000 orang dalam beberapa tahun ini. Hal ini dipandang para praktisi wisata sebagai tantangan berat bagi Pemprov Sumut maupun Kabupaten/Kota untuk mencapai target 1 juta Wisman tersebut.

Secara kumulatif, indikasi tak tercapainya angka 500 ribu Wisman jelang akhir tahun ini juga dipengaruhi grafik kunjungan Wisman ke Sumut dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016 lalu, Wisman ke Sumut pun hanya 233.643 orang, pada 2015 cuma 229.288 orang, tahun 2014 lumayan dengan jumlah 270.837 orang Wisman, tahun 2013 ada 259.299 orang, dan pada 2012 sebanyak 241.833 orang Wisman.

Selain itu, Sanusi Surbakti selaku praktisi jasa infrastruktur menilai penyebab lain rendahnya kunjungan Wisman ke Sumut selama ini adalah buruknya kondisi jalan raya pada lintas destinasi wisata, khususnya pasa jalur dari dan ke objek-objek wisata primer di daerah.

'Kondisi jalan raya dan ke destinasi wisata sangat menentukan dan memengaruhi minat kunjungan para turis khususnya kalangan wisatawan mancanegara (Wisman) secara berkesinambungan. Misalnya salah satu pilihan kunjungan dan pelancongan bagi turis asing atau para Wisman ke Sumut ini adalah objek wisata Tangkahan di Langkat yang spesifik dengan paket wisata cinta alam dan lingkungan hidup (ekotourism), wisata petualangan (adventure), wisata kemah (camping ground) dan paket lainnya yang sama-sama bisa dinikmati sambil menunggang gajah di lokasi sepanjang alur sungai. Jadi, wajar, kalau kondisi jalan menuju destinasi itu harus menjadi prioritas penanganan oleh pihak Pemda setempat (Pemkab Langkat) atau dari pihak pmeritahn pusat," ujar Sanusi serius.

Saat ini, katanya, kalangan Wisman yang melancong ke Tangkahan di Langkat terus mengalami peningkatan, baik kunjungan yang dipandu operator travel maupun yang datang secara individu (back paker). Sehingga, suara atau keluhan para pihak di kalangan turis maupun pemandu wisata (guide) dan operator travel tentang kondisi jalan ke objek wisata Tangkahan itu terus mengemuka untuk menjadi perhatian pemerintah daerah.

Sebelumnya, kondisi jalan menuju destinasi Tangkahan di Langkat itu sudah diekspos berulang pada berbagai forum kesempatan oleh Komunitas Pegiat Pariwisata Indonesia (KoPPI). Hal ini didorong atas keluhan para turis yang mengalami masa tempuh lama (long distance) menuju Tangkahan, khususnya mulai dari simpang Batang Serangan, lewat kota Binjai arah Stabat.

"Dalam acara deklarasi KoPPI di beberapa daerah, presentasi forum Support for Geopark Toba, launching 'Ayo ke Danau Toba' dan sebagainya, kita terus ungkap masalah jalan raya ke destinasi wisata ini. Bayangkan, sudah puluhan tahun jalan ke Tangkahan itu masih buruk, tak nyaman dilintasi para turis bahkan masyarakat setempat. Padahal, kalau jalannya bagus, turis akan terus datang ke situ (Tangkahan) karena selama inipun ternyata tak berhenti kunjungannya, seperti ke Bukit Lawang dan sekitarnya," ujar Suranta Sembiring, ketua KoPPI kepada SIB, belum lama ini. (M4/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments