Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Sumut Harus Bangga Punya Apel Karo, Mangga Toba, Rambutan Binjai Hingga Andaliman Batak

Pemerhati Pertanian Drs Effendi Simamora

Sumut Harus Bangga Punya Apel Karo, Mangga Toba, Rambutan Binjai Hingga Andaliman Batak

Minggu, 11 November 2018 10:33 WIB
Medan (SIB)- Praktisi usaha kecil menengah (UKM) dan pemerhati pertanian Drs Effendi Simamora, menegaskan daerah Sumatera Utara harusnya bangga dengan julukan sebagai produsen buah-buahan atau tanaman hortikultura terbaik yang selama ini banyak tersedia di pasar domestik maupun internasional.
"Namun produk buah-buahan  di Sumut, belakangan ini tampak minim di pasaran karena disinyalir tersisih oleh pasokan buah-buah impor. 

"Ini harus dipulihkan agar Sumut tetap terkenal sebagai produsen buah-buahan atau hasil pertanian berkualitas ekspor. Ingat, di Sumut dulu terkenal buah-buahan yang diserbut Apel Karo atau yang dikenal sebagai buah kasma, mangga Toba yang populer dengan Mangga Parapat dari Samosir atau Parapat atau Mangga Udang dari Haranggaol, Rambutan Binjai dari Langkat-Binjai, Durian Glugur dari Glugur Rimbun atau Sampecita sekitarnya di Kecamatan Kutalimbaru Deliserdang dan sejumlah buah-buahan lainnya," kata Effendi kepada pers di Medan, Kamis (8/11).

Dia mengutarakan hal itu sesaat akan meninjau beberapa desa di kawasan Kecamatan Kutalimbaru dan Pancurbatu  untuk menyaksikan perkembangan desa-desa sekitar dalam hal ekonomi, misalnya pertambahan pusat belanja umum yang berlebel 'Mart' di Desa Laubakeri, pendiriran depot-depot semacam ATM mandiri atau biro jasa tabungan (mirip bank) di sejumlah rumah penduduk, pembangunan perumahan umum kelas rakyat (RSS) di Desa Sukaraya dan Gunungtinggi serta Namobuah, dan pembukaan kebun buah-buahan sebagai bahan baku jus kemasan milik pengusaha UKM Julius Ginting di desa Laubakeri.

Effendi yang juga Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), bersama rekannya Antoni Pasaribu Caleg DPRD Kabupaten Deliserdang daerui Partai Nasdem, menyebutkan daerah Sumut sejak dulu terbilang kaya dengan produk buah-buahan, sehingga, sosialisasi dan pemanfaatan dan lahan areal peladangan sekitar atau hutan setempat sebagai salah satu objek investasi, termasuk untuk pertanian dan perkebunan. Selain untuk merangsang perkembangan investasi di daerah-daerah, juga untuk peningkatan ekonomi rakyat melalui usaha perkebunan, pertanian, peternakan, hortikultura dan sebagainya.

Mereka juga memaparkan, bagaimana bangganya konsumen selama ini ketika mengonsumsi buah-buahan buah-buahan lokal yang sebenarnya juga bermutu tinggi, rasanya enak, harga bersaing. Selain itu, warga selaku konsumen pun selama ini bangga dengan komoditi lokal lain seperti bumbu masak khas Batak yang disebut Andaliman dari  kawasan Tapanuli.

"Kita atau Sumut ini harusnya kian bangga karena produk Andaliman mulai 'go marketing' dengan berbagai produk khas serba Andaliman seperti Martabak Andakliman, Keripik atau Kerupuk Andaliman, Kacang Garing Andaliman, dan sebagainya," ujar Effendi mencontohkan produk yang dipamerkan di acaran Wisata Ziarah Leluhur keluarga besar Si Raja Tambun di Sibisa, Tobasa, 3-4 November lalu.

Selain itu, ujar Antoni Pasaribu yang pernah bertugas di Tanahkaro setelah dari Polsek Kutalimbaru itu, daerah Karo dulunya juga sempat populer dengn produk buah Arbei atau Strawbwery, dan buah Biwa yang sebesar buah anggur dan manis berbiji kecil (tunggal), yang sering juga disebut buah 'Cip-cip' karena untuk dicicipi sepintas sampai manisnya habis. (A04/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments