Kamis, 21 Feb 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Sumatera Berdoa Adakan Doa Cinta Kasih Bersama Pimpinan Lintas Denominasi di Medan

Sumatera Berdoa Adakan Doa Cinta Kasih Bersama Pimpinan Lintas Denominasi di Medan

admin Selasa, 12 Februari 2019 15:18 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Yayasan Sumatera Berdoa mengadakan Doa Cinta Kasih bersama pimpinan lintas denominasi di Medan, pada Jumat (15/2) di Gedung GSJA Anugerah Jalan Mojopahit Medan dimulai pukul 10.00 WIB. Doa dimaksudkan menumbuhkan rasa cinta pada Tanah Air yang terbingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Yayasan Sumatera Berdoa JA Ferdinandus via emailnya menjelaskan, tujuan kegiatan adalah mengajak umat Tuhan untuk bersatu berdoa bagi kedamaian bangsa dan kesejahteraan bangsa dan warganya. "Pembicara dalam kegiatan tersebut adalah Pdt Samuel Gohzaly D yang Ketua Majelis Daerah GPdI Sumut - Aceh," jelasnya.

Sebelumnya, didampingi sejumlah pengurus Yayasan Sumatera Berdoa seperti Pdt Dr Paul F Wakkary, Pdt Lucas Timoteus MA, Nurhawati Simamora, JA Ferdinandus mengatakan tema kegiatan adalah "Berdoa untuk Damai Sejahtera Bangsa dan Negara" sesuai II Tawarikh 7:14 yakni Dan UmatKu yang Atasnya namaKu Disebut Menerendahkan Diri Berdoa dan Mencari Wajahku Lalu Berbalik dari Jalan-jalannya yang Jahat maka Aku Mendengar dari Sorga dan Mengampuni Dosa Mereka serta Memulihkan Negeri Mereka.

Menurutnya, selain mengundang para pimpinan dan tokoh lintasdenominasi, kegiatan pun diagendakan dihadiri utusan dari lintas departemen seperti Pemprovsu, Kepolisian, TNI di jajaran Kodam I/BB, unsur yudikatif seperti kejaksaan dan pengadilan. "Utusan dari kabupaten/kota se-Sumut pun diharapkan hadir," tambah JA Ferdinandus.

Menurutnya, pada tiap bulan Sumatera Berdoa mengadakan doa bergilir di setiap denominasi gereja dengan tuan rumah gereja-gereja yang ada di Medan sekitarnya tapi untuk Doa Cinta Kasih dilakukan guna meningkatkan rasa cinta dan kepedulian bahwa damai adalah buah kasih sayang, damai adalah buah keadilan, damai adalah buah solidaritas. "Dengan pemikiran itu maka tidak ada damai sejahtera tanpa kasih tanpa keadilan tanpa solidaritas," tegasnya.

Dalam kehidupan berbangsa bernegara, lanjutnya, pihaknya berharap semakin mendekat pada Pesta Demokrasi April 2019 semua elemen bangsa memelihara situasi kondusif karena untuk memilih pimpinan bangsa dibutuhkan kebersamaan. "Setelah mengaminkan demokrasi sebagai sistem politik, maka dalam kegiatan harus diikuti dengan damai," tutup JA Ferdinandus. (R10/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments