Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Suket Tak Bisa Digunakan untuk Syarat Dukungan Perseorangan Pilkada Medan 2020

Suket Tak Bisa Digunakan untuk Syarat Dukungan Perseorangan Pilkada Medan 2020

admin Rabu, 11 September 2019 10:43 WIB
Komisioner KPU Medan, Nana Miranti
Medan (SIB) -Dalam perhelatan Pilkada Serentak 2020, surat keterangan (suket) atau pengganti Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak lagi bisa digunakan untuk syarat memberikan dukungan kepada calon kepala daerah melalui jalur perseorangan. Hal itu berdasarkan surat edaran KPU RI Nomor: 1917/PL.01.9-SD/06/KPU/IX/2019 tertanggal 3 September 2019.

"Jadi, dukungan calon kepala daerah dari jalur perseorangan wajib menggunakan e-KTP," ujar Komisioner KPU Medan, Nana Miranti kepada wartawan, Selasa (10/9). Nana menyebut, surat pernyataan dukungan calon kepala daerah berbentuk formulir model B.1-KWK Perseorangan.

"Foto copy e-KTP dilampirkan di formulir tersebut. Ini berbeda dengan Pilkada 2018 lalu yang masih memperbolehkan menggunakan suket," sebutnya. Menurut Nana, formulir surat pernyataan dukungan untuk calon perseorangan di Pilkada Medan harus B.1-KWK Perseorangan. "Wajib pakai itu. Kalau gak, bisa gak dihitung dukungannya," tandasnya.

Oleh karena itu, Nana menerangkan, siapapun yang ingin atau berniat maju sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Medan pada Pilkada 2020, harus ke KPU Medan terlebih dahulu untuk mengambil salinan formulir. "Sudah ada beberapa orang yang konsultasi untuk calon perseorangan. Cuma mereka minta namanya tidak dipublish terlebih dahulu," terang mantan wartawati itu.

Mengenai jumlah dukungan, Nana mengatakan pasangan calon yang maju melalui jalur perseorangan minimal mengumpulkan 6,5 persen dukungan KTP masyarakat di Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota, syarat minimal dukungan untuk calon perseorangan itu 6,5 persen dari jumlah DPT," katanya.

Nana menambahkan, jika mengacu pada Pilgubsu 2018, jumlah DPT di Medan sebesar 1.519.662 jiwa. Sedangkan pada Pemilu Serentak 2019 naik menjadi 1.614.673 jiwa. "Kalau 6,5 persen dari DPT Pemilu Serentak 2019, maka jumlah dukungan minimal untuk calon Walikota dan Wakil Walikota Medan itu sebanyak 104.953 KTP," tambahnya. (M14/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments