Minggu, 22 Sep 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Staf Ahli Keuangan PDAM Tirtanadi Sebut Kualitas Air Hasil Proyek IPA Telah Sesuai dengan Kontrak Pengerjaan

Sidang Praperadilan Penetapan Status Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di PDAM Tirtanadi

Staf Ahli Keuangan PDAM Tirtanadi Sebut Kualitas Air Hasil Proyek IPA Telah Sesuai dengan Kontrak Pengerjaan

Kamis, 25 Oktober 2018 11:23 WIB
Medan (SIB) -Staf Ahli Keuangan PDAM Tirtanadi Irwansyah Siregar yang dihadirkan sebagai saksi mengatakan kualitas air telah sesuai dengan kontrak pengerjaan. Dia menegaskan bahwa perkara tersebut tidak perlu dikaitkan dengan tindak pidana korupsi.

"Semua sudah sesuai dengan perjanjian kontrak. Kontraknya menyatakan bahwa debit air 200 liter per detik. Sudah sesuai, bahkan hasil uji ITB hasilnya mengalir 215 liter per detik. Kualitasnya pun sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan," sebut Irwansyah kepada hakim tunggal Irwan Effendi dalam sidang permohonan praperadilan penetapan tersangka di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (24/10). "Penghasilannya pun sudah tercapai sebesar Rp79 miliar selama dua tahun ini," sambungnya.

Irwansyah Siregar yang menjabat selama 5 tahun di PDAM Tirtanadi mengaku akibat penetapan tersangka Kejari Belawan terhadap staf rekanan konsorsium proyek transmisi air Tahun Anggaran 2014 tersebut, mengakibatkan banyak proyek PDAM tertunda. Hal tersebut, katanya, membuat perusahaan-perusahaan lain yang ingin bermitra dengan PDAM takut.

"Apa masalah, justru akibat kasus ini proyek PDAM banyak tertunda. Pelayanan penyediaan air bersih kepada masyarakat menjadi tertunda," ucap Irwansyah di ruang Cakra 3 PN Medan.

Sementara itu, saksi ahli hukum perdata Dr Atja Sondjaja yang merupakan pensiunan hakim agung  menambahkan bahwa dugaan korupsi perlu diteliti. Penyidik Kejaksaan, tuturnya harus jeli melihat apakah perbuatan tersebut adalah penggelapan dalam jabatan atau wanprestasi.

"Kalau ada kerugian keuangan dalam perusahaan itu kan internal, tidak tepat kalau dikenakan dengan pidana korupsi. Bisa jadi kalau kontraknya tidak sesuai itu jatuhnya ke Wanprestasi, perdata lah," ucap mantan hakim agung itu.

Sementara dalam persidangan sebelumnya, tim kuasa hukum menyentil prilaku para termohon yang dinilai tidak profesional dalam disiplin waktu. Pasalnya, selama berjam-jam persidangan sempat terlambat lantaran tim jaksa dari Kejari Belawan itu lama datang ke pengadilan. "Kami minta agar hakim menegur pihak termohon. Mereka itu bukan artis. Kami menunggu berjam-jam hanya karena mereka belum datang. Tak hanya itu, soal daftar bukti pihak termohon tidak memberikan kepada kami. Sehingga kami tidak bisa membandingkan bukti kami dengan mereka," terang Jeffry Simanjuntak SH MH didampingi Parlindungan HC Tamba. (A14/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments