Sabtu, 14 Des 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Sidang Lanjutan Pondok Mansyur Food Court, Penggugat Berharap Putusan Sesuai Fakta Persidangan

Sidang Lanjutan Pondok Mansyur Food Court, Penggugat Berharap Putusan Sesuai Fakta Persidangan

Admin Minggu, 16 Desember 2018 10:48 WIB
Medan (SIB) -Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan menggelar sidang lanjutan perkara gugatan Aida Wahab, pengelola Pondok Mansyur Food Court terhadap oknum Satpol  PP Kota Medan, Kamis (13/12) di Jalan Sunggal, kawasan Asamkumbang, Medan.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Pengki Nurpanji itu adalah pembacaan konklusi. Kuasa hukum masing-masing pihak hanya menyerahkan lembaran konklusi kepada majelis hakim. Kuasa hukum Pondok Mansyur Food Court, Parlindungan Nadeak SH MH berharap, majelis hakim mengambil keputusan berdasarkan atau sesuai fakta persidangan.

Hal itu diungkapkannya kepada wartawan usai mengikuti persidangan. "Pada persidangan Kamis depan (20/12), kami berharap majelis hakim mengambil keputusan berdasarkan fakta persidangan," ucapnya.

Nadeak menjelaskan, sebanyak 19 item bukti telah dihadirkan di persidangan demi mendapatkan keadilan dalam perkara gugatan No 130/G/2018/PTUN.MDN perihal pembongkaran beberapa bagian Pondok Mansyur Food Court. Kepesertaan BPJS ikut dilampirkan sebagai bukti keseriusan pihak pengelola menjalankan bisnis kuliner di Kota Medan.

"Dari catatan kami, sampai minggu lalu, pihak tergugat belum memberikan salinan berita acara pembongkaran dan surat edaran rencana pelebaran jalan di kawasan Dr Mansyur Medan, sesuai permintaan majelis hakim," terangnya.

Menanggapi hal itu, praktisi hukum dari Law Office Bilher Situmorang SH & Partners, Bilher Situmorang SH menyayangkan pihak tergugat yang belum mengajukan Berita Acara Pembongkaran. Padahal, lanjutnya, pembongkaran di sejumlah bagian bangunan telah dilakukan.

"Saya pikir, majelis hakim tetap berpegang pada norma. Artinya, hakim hanya terikat pada fakta persidangan yang parameternya alat bukti. Ketika hakim menguraikan setiap unsurnya, pertimbangannya cuma satu yakni yuridis," sebutnya saat menunggu jadwal persidangan di PTUN Medan.

Ia menegaskan, selama ini, alat bukti surat paling menentukan kemenangan para pihak. Satu hal yang menyebabkan proses pembuktian perkara perdata mayoritas mengandalkan bukti surat-menyurat."Pada kasus perdata, semuanya nampak jelas di dalam surat-menyurat sebagai alat bukti penting," tegasnya.

Kasatpol PP Medan Sofyan, ketika dihubungi tentang gugatan tersebut mengatakan, semua urusan persidangan sudah diserahkan kepada kuasa hukum dari bagian hukum Pemko Medan. Disinggung apakah pihak Satpol PP akan melakukan banding jika kalah di pengadilan. "Kita lihat sajalah nanti," kata Safyan. (A10/l)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments