Selasa, 20 Agu 2019

Sidang Agenda Putusan Ditunda, Penggugat Kecewa di PN Medan

admin Jumat, 16 Agustus 2019 12:41 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Wajah kekecewaan terpancar dengan jelas di wajah Aida Wahab, istri pemilik Food Court Pondok Mansyur Kalam Liano. Pasalnya, sidang yang dijadwalkan beragenda pembacaan putusan atas gugatan yang dilayangkan Kalam Liano ke Pengadilan Negeri (PN) Medan melawan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Medan dan Wali Kota Medan diundur, hingga dua minggu ke depan, atau 28 Agustus 2019.

"Tadinya kita berharap putusan itu sudah clear hari ini," ucap Aida Wahab didampingi Kuasa Hukumnya Parlindungan Nadeak kepada wartawan, usai mengikuti persidangan di ruang Cakra 5, PN Medan, Rabu (14/8) sore.

Diketahui, sidang lanjutan yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik itu ditunda dengan alasan pihak tergugat yang selama ini diwakili kuasa hukumnya tak hadir. Alasan kedua, salinan putusan yang belum selesai.

"Kecewa karena kita harus menunggu dua minggu lagi. Andaikan, putusan itu selesai hari ini, satu persoalan sudah selesai. Saya nggak capek lagi bolak-balik ke PN untuk mengikuti sidang yang hampir rutin digelar setiap minggu, dan sudah berjalan sekitar lima bulan sejak sidang digelar 1 April 2019 lalu," jelasnya.

Masalah menang atau kalah, kata Aida yang hadir di persidangan mengenakan blus berwarna pink dan celana jeans biru itu, urusan kedua. Yang penting, putusan selesai. "Kita tahu mengambil langkah selanjutnya, kalau sudah tahu apa hasil putusannya," ucap Aida.

Selaku pihak yang dirugikan, pihaknya berharap, pihak pengadilan tidak lagi melakukan penundaan dalam sidang putusan ke depan. "Kami menggugat untuk mendapatkan keadilan atas sikap semena-mena oknum Satpol PP Medan," sebutnya.

Menurutnya, oknum pemerintahan itu bertindak arogan ketika merusak sebagian bangunan tempat usaha kulinernya tersebut. Padahal, izin mendirikan bangunan (IMB) meski itu tempat usaha kuliner terbuka, masih dalam pengurusan.

"Mereka mengeluarkan surat peringatan dengan waktu yang sudah ditentukan. Namun, belum lagi habis batas waktu, oknum-oknum itu langsung menghancurkan tempat usaha kami. Padahal, banyak bangunan usaha kuliner di kawasan Dr Mansyur yang tidak memiliki izin namun tidak dihancurkan," sebutnya.

Sebelumnya, penundaan persidangan oleh hakim Erintuah Damanik itu disebutkan dengan alasan salinan putusan yang belum siap. Selain itu, kuasa hukum dari tergugat tidak hadir dalam persidangan.

"Sidang dengan agenda putusan ditunda. Putusan pengadilan disampaikan dua minggu ke depan," ucap hakim Erintuah saat menutup sidang gugatan di Ruang Cakra V PN Medan, Rabu (14/8).

Kuasa hukum Foot Court Pondok Mansyur Medan, Parlindungan Nadeak, Kamis (15/8) malam, mengatakan, seharusnya putusan pengadilan atas gugatan mereka kepada Kepala Satpol PP dan Wali Kota Medan sudah mereka dapatkan kemarin (Rabu-red).

"Kita menghormati keputusan hakim yang menunda pembacaan putusan sidang sampai dua pekan ke depan. Kami tidak berasumsi miring meski sidang putusan itu ditunda. Masyarakat yang menilai," katanya. (M14/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments