Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Pesangon Tak Dibayar

Seratusan Karyawan Macan Yaohan Kembali Unjuk Rasa

Jumat, 22 Mei 2015 10:55 WIB
Massa mantan karyawan Macan Yaohan yang di PHK (Putus Hubungan Kerja) karena bangkrut berunjukrasa di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis (21/5).
Medan (SIB)- Pasca ditutupnya sejumlah swalayan Macan Yaohan di Kota Medan, seratusan karyawan Macan Yaohan yang diberhentikan  bergabung dengan Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Kesatuan Buruh Independen (KBI), melakukan aksi di Kantor Pusat Macan Yaohan Grup Jalan Merbau Medan, Kamis (21/5).

Seorang karyawan, Anggiat Pasaribu mengatakan, karyawan akan menyita aset Macan Yaohan, bila pesangon para karyawan tak kunjung dibayar.  "Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi pihak pengusaha, kami akan lakukan regulasi hukum. Akan kita jual asetnya," katanya di sela-sela unjukrasa.

Disebutkan, sejak tutupnya swalayan yang sudah puluhan tahun ini berdiri, karyawan telah beberapa kali melakukan aksi dan mencoba meminta kepada pengusaha agar pesangon segera dibayar. "Semenjak ditutup  11 Mei 2015 yang lalu, belum ada kepastian dari pengusaha untuk membayar pesangon. Kami sudah beberapa kali melakukan aksi," jelasnya.

Dia menjelaskan, seratusan karyawan meminta agar pengusaha membayar pesangon sesuai dengan ketentuan UU ketenagakerjaan. "Kami mau dibayar sesuai UU yang berlaku, apabila di-PHK secara tiba-tiba tanpa ada kejelasan yang pasti, maka pengusaha akan membayar dua kali lipat. Kami tidak mau dibayar hanya 1/4 dari pesangon," sebutnya.

Selain itu, lanjut dia, pihak Macan Yaohan juga belum membayar penuh gaji bulan ini. "Gaji karyawan juga belum dibayar penuh. Memang tadi saat pertemuan, pihak Macan Yaohan akan berjanji membayar sisa gaji bulan ini,” katanya.

Sementara itu, seorang karyawati, Lisbet Hernawati Purba, berharap agar pengusaha bisa membayar pesangon para karyawan. "Gak tahu lagi nasib kami seperti apa, kami dihentikan tiba-tiba karena alasan bangkrut. Saya berharap agar pesangon dapat dibayar," ujar wanita yang sudah bekerja sejak 1992 itu.
Sambil menunggu kejelasan dari pengusaha Macan Yaohan,  massa orasi sambil bernyanyi. Namun karena tidak ada kejelasan dari pihak Macan Yaohan Grup, akhirnya massa kembali ke Swalayan Macan Yaohan di Jalan KL Yos Sudarso Medan,  tempat titik kumpul massa.

Sementara itu, seorang Accounting Macan Yaohan Grup, Vero, ketika dikonfirmasi wartawan SIB enggan berkomentar. "Memang tadi saya yang menampung aspirasi massa. Tapi kita sudah punya pengacara, tanya dengan pengacara saja, ya. Saya tidak berani bicara," katanya.

Dalam aksi itu, tampak puluhan petugas kepolisian melakukan pengamanan guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Sebelum melakukan aksi di Jalan Merbau Medan, massa itu melakukan aksi yang sama di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Setelah  berorasi selama sekitar 30 menit, perwakilan karyawan pun diterima Staf Ahli Gubsu Bidang Pertanahan dan Aset, Robertson. Dalam pertemuan itu, Robertson menerima aspirasi massa dan berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka kepada Gubsu. Setelah itu, massa pun melanjutkan aksinya ke kantor Wali Kota Medan.(Dik-SPS/A14/ r)




T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments