Jumat, 14 Agu 2020
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Satlantas Polresta, KPUM dan Dishub Bersinergi Sukseskan Kelancaran Angktan Lebaran di Kota Medan

Satlantas Polresta, KPUM dan Dishub Bersinergi Sukseskan Kelancaran Angktan Lebaran di Kota Medan

Senin, 13 Juli 2015 10:15 WIB
Medan (SIB)- Memberhasilkan kelancaran Angkutan Lebaran di Kota Medan yang tinggal beberapa saat lagi, Satlantas Polresta Medan bersama KPUM (Koperasi Pengangkutan Umum Medan) dan Dishub Pemko Medan bersinergi melalui berbagai upaya, di antaranya dengan  pendirian Posko-posko,  penempatan personel pengurai kemacetan , penyebaran petugas keamanan di titik-titik rawan dan lain-lain, sehingga warga yang berkendara di ibukota Sumatera Utara ini merasa aman dan nyaman.

Terkait upaya pemberhasilan Angkutan Lebaran dimaksud, Ketua Umum KPUM Drs Jabmar Siburian MM didampingi Ketua II Dra Rayana Simanjuntak, Ketua III Nimbang Purba, Sekretaris II Ali Akram dan Humas K Sihotang menggelar temu pers bersama Kasat Lantas Polresta Medan Kompol M Hasan dan Kadishub Pemko Medan Renward Parapat, Sabtu (11/7).

Menurut Jabmar Siburian, sebagai  pelaku utama angkutan di Kota Medan, pengurus KPUM telah meminta seluruh anggotanya yang terdiri dari pemilik 5.000 unit armada kuning dan Bus MRE, serta  lebih kurang 3.800 unit becak bermotor agar mensukseskan  Angkutan Lebaran/Hari Raya Idul Fitri yang berlangsung sejak 13 Juli-25 Juli dengan membenahi kendaraannya sehingga fit  dan prima saat melayani penumpang/masyarakat. "Selain armada tersebut di atas, KPUM juga mengerahkan MPU dengan trayek terhunjuk yang melayani trayek  Mebidang, Taksi Matra dan Medan Raya Tour  untuk trayek luar kota," ujar Jabmar yang juga Ketua Umum Dekopin Wilayah Sumut itu.

Sedangkan bentuk layanan ekstra bagi masyarakat, jam operasional KPUM juga ditingkatkan hingga pukul 22.00 WIB dari selama ini hanya hingga pukul 20.00 WIB. Demikian juga jam kerja petugas lapangan, mulai dari Pembantu Mandor,  Mandor hingga Kordinator  Terminal disiagakan untuk memberi bantuan bagi yang mengalami masalah dan butuh pertolongan.

Selain kelancaran dan kenyamanan penumpang, lanjut Jabmar, sopir  KPUM tidak dibenarkan untuk menaikkan tarif/ongkos penumpang. Dan bagi oknum sopir yang terbukti mencari kesempatan dengan memanfaatkan momen Angkutan Lebaran dimaksud, akan diberi tindakan tegas hingga pencabutan kartu anggota sopirnya. "Tidak boleh menaikkan tarif ongkos," tegasnya.

Sementara itu Kasatlantas Polresta Medan Kompol M Hasan dan Kadishub Renward Parapat menjelaskan pihaknya telah mendirikan 13 Posko dan Pelayanan Terpadu di seputaran Medan untuk mengantisipasi dan mengatasi kemacetan arus lalu lintas.  Diprediksi, ada 10 titik rawan kemacetan karena tingginya arus lalulintas, mengingat kota Medan juga menjadi tujuan warga dari daerah/kota lain untuk shopping di saat hari libur, dan khususnya saat Lebaran nanti. Menurut M Hasan, beberapa titik rawan macet yang perlu dihindari pengguna jalan di Medan antara lain, kawasan Amplas, Kampung Lalang, Pancurbatu, Jalan Jamin Ginting, Gatot Subroto dan seputar Medan Plaza.

Menyangkut  kemacetan yang mungkin timbul akibat beroperasinya alat berat, dump-truck dan truk peti kemas dari dan menuju Kota Medan, M Hasan menyatakan  telah melarangnya beroperasi dari H-3 hingga H+3 Lebaran. Sedangkan  peralatan bantuan seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans dan mobil Derek telah dipersiapkan bila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menanggapi imbauan KPUM agar pihak Dishub dan Satlantas tidak mempersulit sopir yang kemungkinan tidak beroperasi pada Trayeknya karena dicarter atau terjadi stagnasi penumpang di daerah tertentu,  M Hasan menegaskan bahwa pelanggaran izin trayek bukan domainnya melainkan Dishub. Sedangkan Reinward menyatakan memaklumi keadaan itu, tapi idealnya agar sopir mengurus izin insidentil bila bepergian ke luar daerah. (R7/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments