Kamis, 27 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1

Sat Lantas Polresta Medan Terima Laporan Wartawati Harian SIB Korban Begal

* Hendrik Halomoan Sitompul MM: Meski Ada Santunan Jasa Raharja, Polisi Harus Tingkatkan Pengamanan dan Patroli
Sabtu, 22 Agustus 2015 10:08 WIB
SIB/Roy Marisi Simorangkir SE
Kanit Laka Sat Lantas Polresta Medan AKP H Taslim menerima langsung laporan resmi Wartawati Harian SIB Donna Ester Hutagalung.
Medan (SIB)- Penyidik Unit Kecelakaan (Laka) Sat Lantas Polresta Medan menerima secara resmi laporan korban begal Wartawati Harian SIB Donna Ester Hutagalung, Jumat (21/8) pukul 11.00 WIB. Laporan korban menanggapi program santunan Jasa Raharja terhadap korban begal.

Setibanya di Mako Sat Lantas Polresta Medan, Donna membuat laporan secara resmi di Unit Laka Sat Lantas Polresta Medan. Kemudian, usai diperiksa untuk kepentingan berkas acara perkara (BAP), penyidik Unit Laka Sat Lantas Polresta Medan meminta korban melengkapi bukti-bukti serta berkas administrasi perobatan.

Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kasat Lantas Polresta Medan Kompol Hasan mengaku, usai menerima laporan resmi korban, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan penyelidikan. Menurutnya, proses penyelidikan meliputi pemeriksaan ke tempat kejadian perkara (TKP), mengambil foto korban dan bukti lainnya, untuk membuktikan fakta korban mengalami tindak kejahatan di jalanan.

"Setiap laporan masyarakat, baik bagi korban begal, tentu akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Selanjutnya, laporan korban akan dikordinasikan dengan pihak Jasa Raharja," sebutnya.

Diwawancara melalui telepon seluler, Wakil Ketua Komisi A DPRD Medan Hendrik Halomoan Sitompul MM mengakui, pihaknya mendukung program itu demi memberikan rasa aman dan pelayanan bagi masyarakat. Selain itu, lanjutnya, program santunan itu juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya korban tindak kejahatan.

"Setidaknya, santunan itu menjadi bagian dari kepedulian pemerintah di tengah maraknya aksi kejahatan begal di Kota Medan," sebutnya.

Ditegaskan, meski program santunan telah diberlakukan, pemerintah melalui aparat penegak hukum harus terus meningkatkan pengamanan dan patroli rutin untuk mengantisipasi terjadinya tindak begal. Menurutnya, saat ini masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, menaruh harapan besar kepada aparat keamanan untuk menciptakan dan meningkatkan rasa aman kepada masyarakat.

"Meski ada program santunan itu, aparat keamanan khususnya pihak kepolisian diharapkan mampu memacu kinerja dalam memberantas praktik begal. Dengan begitu, rasa aman dan percaya diri masyarakat dapat meningkat, khususnya dalam melakukan aktifitas untuk meningkatkan perekonomian," tegas lulusan Lemhanas PPRA-52 itu. (A19/h)



T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments