Kamis, 17 Okt 2019

Sampah Sebaiknya Diolah Agar Bernilai Ekonomi

admin Selasa, 03 September 2019 11:38 WIB
SIB/Desra Gurusinga
JELASKAN: Anggota DPRD Medan Medan Drs Proklamasi K Naibaho memberi penjelasan kepada ratusan warga saat menggelar Sosialisasi XI Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Sabtu (31/8) pagi di Kecamatan Medan Johor.
Medan (SIB) -Sampah yang selama ini dipermasalahkan warga, tak selamanya harus berakhir di pembuangan akhir. Sampah bisa diolah agar menjadi barang yang memiliki nilai jual dan menghasilkan uang.

Anggota DPRD Medan Drs Proklamasi K Naibaho mengatakan hal itu di hadapan ratusan warga saat menggelar Sosialisasi XI Peraturan Daerah (Perda) Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Kecamatan Medan Johor, Sabtu pagi (31/8).

"Pemko bersama DPRD Medan sudah membuat Perda untuk pengelolaan sampah agar bisa dikelola dengan baik," kata Naibaho.
Prinsipnya lanjut dia, Perda ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola agar sampah yang produksinya mencapai 2.000 ton/hari di Medan tidak menjadi masalah dan bencana, tetapi bisa bermanfaat. Sampah tidak memberikan kesan kumuh dan jorok di Medan dan juga tidak menimbulkan berbagai penyakit kalau dikelola dengan baik.

Dalam kesempatan itu disampaikannya agar masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat. Pelanggar Perda itu bisa diancam denda Rp.10 juta dan kurungan 3 bulan. Sementara untuk badan usaha diancam denda Rp.50 juta dan kurungan 6 bulan.

Untuk pengangkutan sampah, Pemko Medan sudah menyediakan mobil sampah yang mengangkutnya dari lingkungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). "Ada juga reward (penghargaan) bagi masyarakat yang melaporkan warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan," kata Naibaho.

Di acara sosialisasi itu beberapa warga, salah satunya James Saragih memertanyakan tentang penyediaan tong sampah. Disebutkannya, Pemko hendaknya menempatkan tong sampah di setiap lingkungan, terutama di Pintu Air IV agar warga bisa menaruh sampahnya di sana.

Menanggapi itu, Proklamasi Naibaho berharap partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. "Kalau Pemko belum bisa memberikan tong sampah karena keterbatasan anggaran, hendaknya warga bisa berpartisipasi menyediakan tong sampah sendiri", jawab politisi Gerindra itu.

Diingatkannya lagi, bahwa sungai dan parit bukan tong sampah besar. Warga harus sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai atau parit. "Kalau parit penuh sampah, warga juga yang menjadi korban. Karena saluran drainase akan tumpat dan air akan meluap menggenangi rumah warga", sebutnya. (M13/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments