Sabtu, 14 Des 2019

Sabhara Polresta Amankan Puluhan Tukang Parkir Liar di Medan

Senin, 18 Mei 2015 10:50 WIB
Medan (SIB)- Tim Pemburu Preman (TPP) Sat Sabhara Polresta Medan kembali mengamankan 59 juru parkir (Jukir) liar dari sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Seluruh pakaian dinas yang dikenakan, disita.

"Para Jukir liar itu diamankan dari Jalan Asia, Merak Jingga, Thamrin Baru, Jawa, Bandung, MT Haryono, Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Sutra," kata Kasat Sabhara Polresta Medan, Kompol AA Rangkuti, Jumat (15/5).

Menurutnya, seluruh baju parkir yang dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Medan tersebut kemudian disita dan dilakukan pembinaan. Masing-masing Jukir liar difoto guna dokumentasi. Ke depan diharap mereka melengkapi identitas dan mengutip jasa parkir sesuai ketentuan berlaku.

Dijelaskan Rangkuti , kegiatan ini merupakan tindaklanjut program kerja 100 hari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menggalakkan razia premanisme. 

Sebab, banyak keluhan masyarakat khususnya pemilik kendaraan roda dua dan empat yang merasa terganggu. Apalagi, tarif parkir ditentukan sesuka hati oleh Jukir liar.

"Para jukir liar ini termasuk preman, sebab mereka tidak memiliki identitas resmi. Tarif parkir pun ditentukan sembarangan tanpa mengindahkan ketentuan yang berlaku, sehingga membingungkan masyarakat," jelasnya.

Dia meminta masyarakat yang menemukan Jukir liar  alias tukang parkir apalagi yang menentukan tarif seenaknya, silakan hubungi call centre 081376670983. Saat melapor, sebutkan nama jalan atau lokasi pasti, maka akan disiarkan ke seluruh personel TPP.

Katanya, penindakan yang mereka lakukan itu akan secara berkelanjutan. Selain itu tak ketinggalan akan dilakukan razia premanisme. "Kami ingin memberikan rasa tenang dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah hukum Polresta Medan. Karena itulah TPP dihidupkan kembali. Saya tidak mau mendengar keluhan masyarakat terkait premanisme," ujar Rangkuti.

Sementara itu, seorang jukir liar yang diminta keterangan mengaku terpaksa melakukan  pekerjaan tersebut demi memenuhi kebutuhan keluarga. Sebab ia tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga butuh uang untuk diberikan kepada keluarga.

"Saya memang  tidak ada identitas sebagai tukang parkir. Terpaksa karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Hasilnya pun tak banyak," kilah  pria mengaku bermarga Nasution itu.(A10/ r)




T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments