Minggu, 22 Sep 2019

Anak-anak Sekolah Setiap Hari Naik Getek

Ratusan Warga Besitang Dambakan Jembatan Sungai Pantai Buaya

admin Jumat, 23 Agustus 2019 13:04 WIB
SIB/Lesman Simamora
Terlihat getek alat transportasi satu-satunya penyeberangan sedang diperbaiki di Sungai Pantai Buaya Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.
Besitang (SIB) -Warga sangat mendambakan pembangunan jembatan penyeberangan Sungai Pantai Buaya yang melintasi kawasan sentra pertanian, tepatnya di Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat.

Puluhan tahun pembangunan jembatan penyeberangan ini dinanti-nantikan ratusan kepala keluarga (KK), khususnya warga petani kelapa sawit dan jeruk manis yang berdomisili di Dusun Arasnapal Kanan dan Dusun Arasnapal Kiri Desa Bukit Mas.

"Namun keinginan masyarakat khususnya bagi warga yang bertempat tinggal di dua dusun seberang sungai tersebut belum juga terjawab," ujar warga setempat Mardiono (45) kepada SIB baru-baru ini.

Keberadaan jembatan penyeberangan sangat penting, mengingat banyak warga yang setiap harinya mengangkut hasil pertanian seperti tandan buah sawit (TBS) dan buah jeruk manis untuk dipasarkan keluar dusun.

Tapi, tidak adanya jembatan penyeberangan yang dibangun, selain menyulitkan masyarakat beraktifitas, juga para petani sawit dan jeruk manis serta para pedagang lainnya terpaksa mengeluarkan uang relatif mahal buat ongkos naik getek (alat transportasi penyeberangan).

Jika warga dari dua dusun ingin keluar ke Jalinsum Besitang atau Pangkalanbrandan, dengan menumpang alat transportasi getek, mereka dikenakan tarif sebesar Rp 5000 per orang, berikut satu unit sepedamotor yang mereka tunggangi/sekali jalan.

Selain itu, lanjutnya, anak-anak sekolah yang setiap hari berangkat dari dua dusun menuju sekolah SMP yang ada di Desa Bukit Mas dan setingkat SMA ke Jalinsum Besitang atau ke Pangkalanbrandan.

Setiap hari pergi dan pulang sekolah, kata dia, peserta didik yang berasal dari dua dusun, mereka terpaksa menumpang getek, dengan tarif mencapai Rp 10 ribu/orang, termasuk ongkos sepedamotor yang mereka tunggangi.

Keinginan warga dari dua dusun diharapkan terealisasi pada tahun 2020 yang akan datang bahwa jembatan penyeberangan diperkirakan sepanjang 150 meter itu akan dibangun oleh pemerintah, ucap Mardiono. (M25/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments