Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Ratusan Petani Kabupaten Binjai, Deliserdang dan Langkat Minta DPRD Sumut Hentikan Okupasi PTPN II

Ratusan Petani Kabupaten Binjai, Deliserdang dan Langkat Minta DPRD Sumut Hentikan Okupasi PTPN II

* PTPN II Kerahkan Puluhan Alat Berat Okupasi Lahan Sei Semayang
admin Rabu, 14 Agustus 2019 16:39 WIB
SIB/Danres Saragih
UNJUK RASA: Ratusan petani penggarap yang berasal dari 3 kabupaten melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut (13/8) mereka minta DPRD Sumut menghentikan oukupasi yang dilakukan PTPN II.
Medan (SIB) -Ratusan petani dari tiga Kabupaten Binjai, Deliserdang dan Langkat, melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Selasa (13/8). Mereka mendesak DPRD Sumut untuk menghentikan okupasi yang dilakukan PTPN II kepada petani penggarap karena menurut mereka okupasi itu illegal karena tidak ada keputusan pengadilan.

Koordinator lapangan Abdulrahman, dalam orasinya mengatakan, tindakan okupasi atau pengusiran secara paksa oleh lawan sengketa mereka PTPN II, dilakukan secara tidak manusiawi. Seperti di Kebun Padang Brahrang di Kebun Nambike, Kecamatan Selesai, rumah-rumah milik petani diratakan dengan tanah sehingga tanamannya rusak akibat diporak-porandakan.

Di depan Gedung DPRD Sumut secara bergantian para tokoh Forum Rakyat Bersatu (FRB) berorasi meneriakkan tuntutannya. Selain meminta pemerintah menghentikan tindakan okupasi yang terus berlangsung, mereka juga mendesak agar para developer diusir dari penguasaan lahan PTPN II di berbagai tempat, salah satunya, di Kebun Klambir V.

Para petani mengkhawatirkan dari Kebun Nambike, Kebun Sei Semayang, okupasi akan terus berlanjut ke berbagai kebun lainnya. Pihak PTPN II melakukan hal itu sekalipun tidak ada keputusan pengadilan.

"Pada rapat dengar pendapat terdahulu dengan Komisi A sudah disepakati agar tidak dilakukan okupasi tanpa perintah pengadilan di atas lahan yang diusahai warga," ujar Sekjen Komite Revolusi Agraria, Johan Merdeka, kepada Ramces Simbolon dan Brillian Moktar dari Komisi A yang menerima perwakilan petani berdialog.

Secara tegas Johan menyatakan, agar DPRD Sumut menekan pihak PTPN II agar menghentikan tindakan okupasi yang mereka lakukan. Karena akan membuat lebih banyak petani yang menderita akibat digusur paksa.

Ramces yang berasal dari parai Gerindra dan Brillian dari partai PDI Perjuangan itu menyatakan kekesalannya atas sikap manajemen PTPN II. Melalui pimpinan DPRD Sumut, pihaknya akan menyurati Polda Sumut agar berada di pihak yang netral dalam sengketa tanah antara kelompok masyarakat dengan PTPN II.

Ramces Simbolon mengatakan, secara politik penyelesaian status kepemilikan lahan PTPN II sudah rampung pembicaraannya. Soal pendistribusian diserahkan kepada Gubernur Sumut yang memimpin tim teknis. Kemudian tim teknis itu yang menyusun para nominator calon penerima hak kepemilikan tanah eks HGU.

"Jika ada di antara warga yang memiliki data kepemilikan tanah tetapi tidak dimasukkan dalam nominasi laporkan ke kami, akan kami bantu menyelesaikan, tetapi lengkapi datanya dulu," tegasnya.

Dikerahkan
Puluhan alat berat dikerahkan PTPN II untuk pembersihan lahan HGU PTPN II Kebun Sei Semayang, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Selasa (13/8).

Pembersihan lahan HGU PTPN II ini diamankan ratusan personel Polres Binjai dan aparat jajaran Kodim 0203 Langkat.

Plt Manager PTPN II Kebun Sei Semayang Romulus Abraham Sitompul dalam konfrensi persnya di lahan kebun Sei Semayang, Kelurahan Tunggurono mengatakan, pihaknya memastikan mampu mengusahakan lahan demi untuk memenuhi pengelolaan pabrik gula di Sei Semayang dan Kwala Madu. "Pembersihan lahan ini juga merupakan salah satu program nawacita Presiden RI Jokowi, untuk memenuhi gula di negara kita. Saat ini banyak areal kita yang diambil oleh penggarap, sehingga kita harus menguasai kembali areal tersebut," ujar Romulus.

Dikatakannya, areal HGU PTPN II yang ada di Binjai ada 674,12 hektare. Direncanakan pembersihan lahan ini berkisar dua atau tiga minggu untuk Kelurahan Tunggurono, Telaga Dingin dan Sidodadi.

Koordinator Humas PTPN II Sutan Panjaitan menyampaikan, lahan PTPN II Kebun Sei Semayang yang berada di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai ada sebanyak 674,12 hektar berdasarkan surat sertifikat No.54 dan 55.

Pembersihan lahan HGU PTPN II Kebun Sei Semayang di Kelurahan Tunggurono berjalan dengan baik dan terkoordinasi.

"Managemen perusahaan mengharapkan, lahan PTPN II yang masih aktif di tahun 2019 harus dibersihkan dari penggarap," ujar Sutan.

Pantauan SIB, pelaksanaan pembersihan lahan HGU PTPN II di kebun Sei Semayang di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai tidak ada hambatan dari penggarap. Bahkan pihak PTPN II memberikan tali asih kepada penggarap yang bercocok tanam di lahan tersebut.

Petugas dari Polres Binjai yang berjumlah 485 personel tampak siap melakukan pengamanan lapangan usai mendapat arahan dari Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto pada apel persiapan pengamanan pembersihan lahan di Binjai Timur. (M23/M12/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments