Sabtu, 26 Sep 2020

RS Adam Malik akan Jadi Pusat Plasma Convalescent di Sumut

* 33 Ruangan akan Ditambah untuk Pasien Covid-19
Kamis, 17 September 2020 10:03 WIB
Foto SIB/Leo Bukit

dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K). 

Medan (SIB)
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik sedang menjajaki metode pengobatan pasien Covid-19 melalui plasma convalescent.

Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) mengatakan, tim plasma convalescent sudah dibentuk. Bahkan ke depan rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini akan menjadi model penanganan efektif untuk kesembuhan pasien Covid-19.

"Ini kabar gembira, kita akan menjadi pusat plasma compalation. Kemarin juga sudah ada datang staf ahli Menteri untuk menguatkan ini," kata dr Zainal Safri didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Umun Dr dr Fajrinur MKed (Paru) SpP (K) dan Direktur Keuangan Supomo SE MKes kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (16/9).

Zainal mengatakan plasma convalescent itu adalah dengan mengambil anti bodi pasien Covid-19 yang telah sembuh, untuk kemudian dimasukkan ke tubuh pasien yang masih sakit.

Sebab, pasien yang sembuh sudah memiliki anti bodi, sehingga sifatnya dapat menguatkan. "Artinya plasma convalescent ini mentransfer anti bodi. Itu sudah dilakukan dan plasmanya dibawa dari RSPAD Gatot Subroto," jelasnya.

Zainal mengatakan, sejauh ini dibandingkan angka kematian, persentase kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di RS Adam Malik sudah mencapai 95%. Artinya, sebut dia, dari rata-rata 100 orang yang dirawat, hanya lima atau enam orang saja yang meninggal.

"Kalau pengobatan yang dilakukan selama ini ya sesuai standar protokol. Untuk yang khusus, anti virus aluvia kita juga ada, selain ke depan kita mau ke plasma convalescent," tuturnya.

Zainal Safri mengatakan pihaknya akan menambah 33 ruangan untuk isolasi pasien Covid-19. Penambahan itu dilakukan dikarenakan 65 ruangan yang sudah ada sering penuh. "Penambahan 33 ruangan isolasi ini berada di 1 lantai di ruangan yang sudah ada. Ini juga karena melihat kondisi di IGD," jelasnya.

Penambahan tersebut dengan memperhatikan zona merah, agar pasien Covid-19 tidak menyatu dengan pasien non Covid-19. "Jadi ada 98 untuk ruangan Covid-19. Awal bulan nanti sudah bisa digunakan," ujarnya.

Sebelumnya, RS Adam Malik memiliki 11 ruangan isolasi. Kemudian dilakukan penambahan 44 ruangan dan dilakukan penambahan kembali sebanyak 33 ruangan isolasi.

Selain itu, katanya, awal bulan juga akan menambah 1 alat swab PCR lagi sehingga jumlahnya menjadi 3 unit. "Saat ini sudah menampung untuk pemeriksaan swab dari rumah sakit lain. Rata-rata yang diperiksa 190 sampel swab per hari," ujarnya.

Ia juga menerangkan, untuk ruangan pasien Covid-19 itu terbagi menjadi tiga ruanagn yaitu untuk kondisi pasien berat, sedang dan ringan. Untuk pasien dengan kondisi berat berada di ruang isolasi bertekanan negatif.

"Dari hasil prevalensi yang dihitung frekuensinya hampir 50% kondisi berat karena ini rumah sakit rujukan. Kita banyak yang pasien kritis dan berat, angka kesembuhan 95%," tutupnya. (M17/a)

T#gs Ditambahpasien Covid-19Pusat Plasma ConvalescentRS Adam MalikRuangan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments