Minggu, 21 Jul 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Puskesmas Hamparanperak Bertekad Bebaskan 13 Desa dari Pemasungan Penderita Gangguan Jiwa

Puskesmas Hamparanperak Bertekad Bebaskan 13 Desa dari Pemasungan Penderita Gangguan Jiwa

admin Jumat, 12 Juli 2019 12:31 WIB
SIB/dok
SAMPAN: Kepala Puskesmas Hamparanperak dr Aulia Agustin memimpin kunjungan ke Desa Paluhkurau menggunakan sampan menyusuri laut untuk mendata pasien-pasien ODGJ dalam rangka bebas pasung, Rabu (10/7).
Deliserdang (SIB) -Jajaran Puskesmas Hamparanperak bertekad mewujudkan warga di 13 desa wilayah kerjanya bebas dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan kondisi terpasung. Sesuai data tahun 2018, ada 48 warga berpenyakit ODGJ yang sedang ditangani Puskesmas Hamparanperak.

"Semua warga negara berhak mendapat pelayanan kesehatan. Jadi tekad kita untuk warga di Hamparanperak harus bebas ODGJ yang terpasung. Hal itu dilakukan dalam mendukung visi bapak bupati mewujudkan Deliserdang yang maju dan sejahtera dengan masyarakatnya yang religius dan rukun dalam kebhinekaan," kata Kepala Puskesmas Hamparanperak, dr Aulia Agustin MKes kepada SIB, Kamis (11/7).

Menurutnya, gangguan jiwa terjadi disebabkan adanya kekacauan pikiran, persepsi dan tingkah laku individu yang tidak mampu menyesuaikan dirinya dengan diri sendiri, orang lain, masyarakat dan lingkungan. Pasung merupakan suatu tindakan memasang sebuah balok kayu pada tangan dan/atau kaki seseorang, diikat atau dirantai, diasingkan di suatu tempat, di dalam rumah atau pun di hutan.

Dewasa ini kata Aulia Agustin, pemasungan berarti mengurung pasien ODGJ di dalam rumah. Menurut hasil studi WHO menunjukkan bahwa beban yang ditimbulkan gangguan jiwa sangat besar, di mana terjadi global burden of disease akibat masalah kesehatan jiwa mencapai 8,1%.

Beberapa masalah yang teridentifikasi meningkatnya gangguan jiwa adalah stres dan kecemasan, sesama keluarga saling menyalahkan, apalagi kurangnya pengetahuan dalam menerima sakit yang diderita anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa dan keuangan yang akan dihabiskan untuk mengurus penderita gangguan jiwa.

Untuk itu ditambahkan Kapus itu, program kerja prioritas Kepala Dinas Kesehatan Deliserdang dr Ade Budi Krista MKes adalah "Tercapainya Eliminasi Gangguan Jiwa di Kabupaten Deliserdang Melalui Program Bebas Pasung". Dalam hal ini, lanjutnya Puskesmas Hamparanperak mengunjungi pasien ODGJ ke rumah-rumah, dengan memberikan edukasi, penyuluhan serta pelacakan pasien ODGJ agar bebas dari pasung.

Dijelaskan, 48 pasien ODGJ itu sesuai diagnosa 42 pasien berstatus scizoprenia, 6 pasien depresi dan tidak ada paranoia. "48 pasien ODGJ itu tersebar di 13 desa wilayah kerja di Kecamatan Hamparanperak, dengan beberapa di antaranya masih mengalami pemasungan yang perlu perhatian. Jika masih ada ditemukan warga yang ODGJ dipasung, segera dilaporkan ke Puskesmas agar segera ditangani," imbuh Aulia.

Baru-baru ini kata Kapus itu, ia bersama Sri Muria Ningsih (KTU), dr Aswin Manurung, dr Fendi Hutauruk, Rosidawati Saragih, Sahata Sihole, Edi Purwanto dan Abdur Rauf memberikan pelayanan kesehatan ke salah satu wilayah kerja terjauh di Desa Paluhkurau (berbatasan dengan Langkat). Menuju ke desa itu pihaknya menggunakan sampan dari jalur laut untuk memercepat layanan dengan waktu 30 menit, sebab jika lewat jalur darat membutuhkan waktu tempuh 1,5 jam.

Di desa itu terangnya, pelacakan pasien ODGJ ke setiap dusun rata-rata tidak memiliki KIS/BPJS Kesehatan. Untuk itu Aulia Agustin melakukan pendataan setiap pasien yang tidak memiliki KIS/BPJS agar dapat diusulkan ke Dinas Kesehatan Deliserdang. (T05/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments