Minggu, 27 Sep 2020

Puluhan Mahasiswa Demo di Kantor Gubsu

Kamis, 11 Juni 2015 11:00 WIB
Medan (SIB)- Sejak terpilihnya Jokowi-JK menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2014 sampai saat ini banyak program-program kerja/agenda nasional yang terabaikan dan terlupakan. Mulai dari agenda Trisakti, ekonomi berdikari yang hanya sekedar lips service hingga mencabut kebijakan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang neoliberal.

Hal ini disampaikan puluhan massa yang mengaku dari Aliansi Mahasiswa Tarik Mandat Jokowi Jusuf Kalla, dalam orasi  tertulis saat berunjukrasa, Rabu (10/6) di depan Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan.

Orasi tertulis massa itu ditandatangani koordinatornya Abdul Razak Nasution. Di samping itu, mereka menganggap, permasalahan di bawah kepemimpinan Jokowi-JK dikhawatirkan akan menjadi disintegrasi bangsa.  Hal itu dapat dilihat dari indikator konflik KPK-Polri, kisruh partai-partai politik dengan Menkumham dan nilai rupiah anjlok.

Oleh karena itu, pihaknya menyerukan kepada seluruh anak bangsa di penjuru negeri untuk menyatukan barisan, menyatukan kekuatan dan menyelamatkan NKRI dari kehancuran nasional. Karena mereka memandang kiblat bangsa tidak lagi kepada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan universal dan tidak lagi pada cita-cita menuju kesejahteraan rakyat. Tapi sudah berkiblat pada elite politik, coorporate dan negara neo imperialis yang membawa misi neo imperialisme di negeri ini.

Usai menyampaikan orasinya, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (A14/h)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments