Senin, 16 Sep 2019

Puluhan Imigran Unjukrasa di Kantor UNHCR

admin Jumat, 23 Agustus 2019 11:24 WIB
SIB/Dok
Puluhan imigran pencari suaka dari berbagai negara berunjuk rasa di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (22/8).
Medan (SIB) -Puluhan imigran pencari suaka dari berbagai negara berunjukrasa di depan Kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (22/8).

Pengunjukrasa menyampaikan kekesalannya terhadap organisasi PBB itu, yang tak kunjung memberangkatkan mereka ke negara-negara tujuan suaka seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Kanada.

"Saya sudah tujuh tahun tinggal di sini. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan dari UNHCR," kata seorang imigran asal Sudan, Ishaq Bahar.

Selama tujuh tahun di penampungan Kota Medan, para pengungsi asal Sudan, Somalia, Etiophia, Palestina, Irak, Afganistan dan Srilanka itu mengaku tak bisa bekerja. Sebab, negara maupun UNHCR tak memperbolehkan mereka bekerja.

"Lama-lama bosan hidup seperti ini. Kami hanya makan, tidur. Mencari kerja tidak boleh," kata Ibrahim Basim, imigran asal Palestina.
Sepanjang hidup di Indonesia, mereka hanya mengharapkan dana bantuan dari PBB yang dikelola lembaga non pemerintah, International Organization for Migration (IOM) dan UNHCR. Rata-rata, seorang imigran mendapat bantuan biaya hidup sebesar Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.

Menurut mereka, angka tersebut tak cukup untuk membiayai kehidupan mereka di kota besar seperti Medan. Belum lagi, tidak sedikit para imigran ini yang telah berkeluarga.

Masalah lainnya, anak-anak mereka juga tidak bisa mendapat pendidikan formal selama tinggal di Indonesia. Belum lagi dengan biaya kesehatan yang juga tak mereka peroleh. Bahkan, jika ada imigran atau anak mereka yang sakit, tidak bisa langsung diobati.

Hal inilah yang memaksa mereka turun jalan, dan meminta pemerintah Indonesia dan UNHCR segera memberangkatkan mereka ke negara tujuan suaka. "Kami tak memiliki masa depan jika terus tinggal di sini. Anak-anak kami tidak bisa sekolah. Biaya hidup sangat kecil. Kami minta segera diberangkatkan," kata Aiman Nasir, imigran asal Irak. (M18/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments