Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Proyek Saluran Limbah Dilaksanakan di Medan, Menjaga Kualitas Lingkungan dan Menekan Kasus "Stunting"

Proyek Saluran Limbah Dilaksanakan di Medan, Menjaga Kualitas Lingkungan dan Menekan Kasus "Stunting"

admin Rabu, 14 Agustus 2019 12:36 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Proyek pembangunan saluran limbah di Kota Medan yang dimaksudkan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup, kesehatan masyarakat serta untuk menjaga agar limbah tidak merembes ke mana-mana. Namun yang menjadi prioritas yakni menjaga agar sanitasi tidak buruk guna menekan kasus "stunting".

Proyek pembangunan saluran limbah di Medan saat ini sedang dikerjakan di 3 zona yakni zona 12 meliputi kawasan Jalan Mesjid Taufik/Jalan Pelita sekitarnya. Sedangkan zona 10 dan 11 meliputi kawasan Jalan Sidorukun dan sekitarnya serta zona 11 kawasan Jalan Putri Hijau sekitarnya.

Hal itu dijelaskan Syahruddin Nasution ST, PPK Pengembangan PLP Balai Pelaksanaan Prasarana Pemukiman, Satker Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Wilayah II kepada SIB, Jumat (9/8) di Medan.

Lebih lanjut kata Syahruddin, proyek pemasangan pipa saluran limbah merupakan proyek multiyears tersebut dilaksanakan tahun 2018 hingga 2020 dengan panjang pipa 18 Km.

Untuk zona 12 meliputi kawasan Jalan Mesjid Taufik sekitarnya sepanjang 9 Km dengan pembiayaan APBN sebesar Rp110 miliar. Sedangkan zona 10 dan 11, panjang pemasangan pipa saluran 9 KM dengan pembiayaan dana loan sebesar Rp 132 miliar.

Syahruddin mengklaim setelah melakukan sosialisasi di kecamatan bahkan dengan cara door to door, agar masyarakat mengerti bahwa program pemerintah pusat itu bermanfaat untuk masyarakat.

"Tentunya selama proses pembangunan akan berdampak terhadap masyarakat baik terjadinya gangguan lalulintas akibat dilakukan penggalian di badan jalan. Namun akan dilakukan rekondisi badan jalan oleh kontraktor pelaksana yang melakukan pengerjaan proyek hingga 2 bulan setelah dilakukan penanaman pipa saluran limbah, ujar Syahruddin.

Nantinya pada tahun 2020 kota Medan akan dilakukan 13 ribu sambungan rumah, sehingga ke depan limbah rumah tangga akan disalurkan ke pengolahan limbah sehingga rumah-rumah penduduk tidak lagi menggunakan "septitank" untuk menjamin dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

Pihaknya akan tetap mendesak rekanan untuk segera melakukan rekondisi badan jalan bekas galian penanaman pipa salura limbah tersebut. (M05/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments