Rabu, 20 Nov 2019

Proyek Podomoro City Kembali ‘Makan’ Korban

* Seorang Pekerja Tewas Tertimpa Semen
Selasa, 09 Juni 2015 10:27 WIB
Medan (SIB)- Pembangunan proyek mal, hotel dan apartemen Podomoro City Deli-Medan yang dikerjakan PT Agung Podomoro Land  di Jalan Putri Hijau Medan kembali memakan korban. Kali ini seorang pria asal Jepara, Jawa Tengah tewas saat bekerja, Selasa (8/6) sore.

Awalnya, korban yang diketahui bernama A Khoiri (27) bersama rekan-rekannya bekerja di lokasi pembangunan gedung mewah di lokasi eks Deli Plaza itu. Tiba-tiba bahan material bangunan terjatuh dari tower pengangkut bangunan (forklift) setinggi 20 Meter dan menimpa korban yang diketahui sebagai operator mesin cor.

Sejumlah rekan korban yang tadinya sibuk bekerja langsung melihat korban dalam kondisi yang mengenaskan. Melihat Khoiri sudah tergeletak rekannya pun mengevakuasi ke Rumah Sakit Umum Malahayati. Namun sayang, saat dalam menjalani perawatan, nyawa korban tidak terselamatkan lagi.

Seorang pria yang mengaku membidangi keselamatan di proyek itu, Arifin Sianturi mengaku,  saat itu korban sedang bekerja. "Saya kurang tahu betul peristiwanya seperti apa, tapi tadi saya lihat korban tertimpa semen di depan gudang," ungkapnya.

Lebih lanjut dia bicara, setelah melihat korban dalam kondisi kritis, sejumlah rekan korban dan pemborong mencoba membawanya ke Rumah Sakit Malahayati. "Meninggal di rumah sakit bang, kondisinya tangan patah. Dia sudah dua bulan bekerja," cetusnya.

Menurut data di lapangan, rencananya malam ini juga, jenazah korban akan dipulangkan ke kampung halamannya. "Keluarga korban sudah dikabari dan keluarga tidak mau diotopsi. Rencananya malam ini juga dibawa ke Jawa Tengah," kata sumber di kepolisian.

Namun sayangnya, ketika akan dikonfirmasi kepada pihak Podomoro City Deli-Medan PT Agung Podomoro Land, tak seorang pun yang memberi keterangan resmi. Bahkan sejumlah wartawan pun dilarangi masuk ke area pembangunan gedung itu untuk meliput.

Tampak sejumlah petugas Polsek Medan Barat dibantu oleh Tim Identifikasi Polresta Medan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Guna menghindari wartawan, seluruh pekerja bangunan itu tak diperbolehkan keluar dari lokasi proyek yang ditutup rapat .

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Medan Barat AKP Semeon Sembiring membenarkan adanya seorang pria yang tewas akibat kecelakaan bekerja. "Iya benar, tadi anggota sudah mengecek, petugas Reskrim Polresta Medan juga sudah ada. Masih dilidik," cetusnya.

Sebelumnya, pada tanggal 25 Agustus 2014, dua orang pekerja bangunan Podomoro City juga tewas saat sedang bekerja. Saat itu korban Uskal Simangunsong (34) dan Lamhot Rumapea (25) tewas setelah terpental dari ketinggian sekira 15 Meter saat memasang jaring pembatas rangka baja. (Dik-SPS/w)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments