Minggu, 21 Apr 2019

Program Bayi Tabung Sukses Dilaksanakan di RS Murni Teguh

admin Senin, 11 Februari 2019 14:14 WIB
SIB/Leo Bukit
BINGKISAN: Pemilik RS Murni Teguh dr Lily Mutiara MHA MKT memberikan bingkisan kepada orangtua bayi tabung David Fransiskus Butar-butar di RS Murni Teguh, Sabtu (9/2).
Medan (SIB) -Tim dokter Rumah Sakit Murni Teguh sukses melaksanakan program bayi tabung terhadap pasangan suami istri David Fransiskus Butar-butar dan Ruth Ryadhika Ginting. Bayi tabung berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Bianca Naureen Butar-butar itu lahir melalui operasi caesar, Jumat (8/2).

Pemilik RS Murni Teguh dr Lily Mutiara MHA MKT mengaku sangat bangga dan bahagia atas keberhasilan tim dokter IVF (in vitro fertilization/ bayi tabung) RS Murni Teguh yang terdiri dari dr JS Khoman, SpOG (K), Prof Dr Delfi Lutan, SpOG (K), MSc dr Irwansyah Putra SpOG dan dr Elizabeth Girsang SpOG.

"IVF rumah sakit ini masih baru, baru 1,5 tahun. Kalau bisa mencapai bayi yang sudah bisa lahir maka menjadi kebanggaan yang sangat besar. Karena ketekunan kita bisa menangani pasien-pasien program bayi tabung yang harus pergi ke luar negeri, tapi sekarang bisa di Medan," kata dr Lily Mutiara kepada wartawan, Sabtu (9/2).

Dia juga menjelaskan, pasien yang ikut program bayi tabung disupport baik secara medical, mentality, psikologi maka keberhasilan bisa tercapai. "Sebab tingkat stres ibu yang ikut program bayi tabung lebih tinggi daripada ibu yang hamil biasa. Jika tidak disupport agar kepercayaan dirinya tinggi, mentality-nya maka hasilnya juga tercapai dengan baik," ungkap Dirmed dan Keperawatan dr Jongkhai MARS dan Dirum dan Operasional dr Limenta.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Tim IVF yang sejak awal merintis bagaimana meningkatkan pelayanan IVF dan memberikan edukasi kepada pasangan usia muda. "Yang tadi banyak yang merasa anak akan datang sendiri, tapi berkat edukasi selain datang sendiri, tapi kadang juga harus dibantu usaha medical. Di dunia ini, ada sekitar 15% pasangan yang susah hamil," imbuhnya.

Program bayi tabung, lanjutnya, tahap terakhir untuk memiliki bayi. Artinya, belum tentu yang susah hamil harus mengikuti program ini. "Kita dulu pernah ada pasien, masih tahap inseminasi sudah berhasil. Kadang cuma diobati juga sudaj berhasil, jadi ada tahapannya untuk mengikuti program bayi tabung," tuturnya sembari mengatakan ada 38 centre di Indonesia yang sudah bisa menangani program bayi tabung.

Ditambahkannya, angka keberhasilan bayi tabung cuma 30% sampai 35%. Jadi, support semua pihak perlu ditingkatkan agar keberhasilan bisa ditingkatkan. "Sekarang ini biaya program tabung Rp39,5 juta kalau tidak ada penyakit penyerta lain-lain, dulu mencapai ratusan juta," tambahnya.

Sedangkan Kepala IVF MTMH dr JS Khoman SpOG (K) mengatakan, kalau pasangan yang datang dengan keluhan sudah menikah satu, dua tahun dan belum mempunyai anak, maka Tim IVF akan melakukan pemeriksaan yang bertahap.

"Jadi tidak langsung menyarankan ikut program bayi tabung, kita dudukkan dulu masalahnya, apakah dipihak perempuan atau pria. Jadi satu persatu kita periksa sambil kita beri pengobatan," imbuhnya.

Kalau pengobatan tahap tersebut tidak berhasil, maka Tim IVF tetap memberikan pengobatan yang biasa seperti memberi nasehat, pengobatan untuk merangsang pematangan telur dan cara berhubungan. "Kalau pada laki-laki kita langsung tahu usai periksa sperma dan pada laki-laki lebih susah mengobatinya dan secara bertahap-tahap," imbuhnya.

Sedangkan pada perempuan, lanjutnya, maka dilihat adalah siklus HAID teratur atau tidak teratur, telurnya apakah bisa keluar atau tidak keluar, salurannya tersumbat atau tidak tersumbat. "Kalau tersumbat, itu diarahkan bayi tabung. Kalau tidak tersumbat tetap melalui jalan biasa dengan makan obat atau inseminasi," imbuhnya. (A17/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments