Minggu, 20 Okt 2019

Produksi Pangan Sumut Surplus, Gubernur Sumut Harapkan Harga Dapat Terkendali

admin Kamis, 10 Oktober 2019 16:12 WIB
SIB/Dok
Tinjau : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi tinjau stand makanan olahan Kabupaten/Kota di sela-sela pembukaan kegiatan Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 dan Hari Krida Pertanian ke-47 Tingkat Provinsi 2019, di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (9/10).
Medan (SIB) -Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, produksi pangan seperti cabai dan lainnya masih surplus di Provinsi Sumut. Dengan begitu harga-harga komoditi pangan itu dapat dikendalikan.

Hal itu disampaikan Edy Rahmayadi, usai membuka Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 dan Hari Krida Pertanian ke-47 Tingkat Provinsi 2019, di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (9/10).

Hadir di antaranya Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi, Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Danlantamal Laksma Abdul Rasyid, Pangkosek Hanudnas III Marsma Djhon Amarul, serta mewakili unsur Forkopimda Sumut.

Menurut Gubernur, perkiraan capaian surplus komoditi itu tidak dirasakan oleh rakyat Sumut. Sebab harga di pasar diatur oleh pedagang dan tengkulak, yang menggunakan sistem ijon atau membeli komoditi tani sebelum masa panen atau dikontrak.

Dengan begitu, kata Edy, ketahanan pangan khususnya untuk Sumut dapat terwujud. Sebab tujuan dibentuknya BUMD Pangan antara lain untuk menjaga harga supaya tetap terkendali, dengan memotong mata rantai distribusi. Sehingga otomatis akan bisa meredam laju inflasi. Karena itulah beberapa hari lalu badan ini sudah dibentuk. "Hanya proses siapa berbuat apa, akan diatur pembagian tugasnya. Sehingga nanti diatur sampai ke tingkat kabupaten/kota," sebut Gubernur yang mengatakan semua sektor terkait akan dilibatkan.

Sementara Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap melaporkan, bahwa kegiatan memperingati Hari Pangan Sedunia ini melibatkan 1.500 orang yang terdiri atas 33 kabupaten/kota, kelompok wanita tani, kelompok PKK, Gapoktan dan Koperasi.

"Kemudian ada beberapa pengusaha pangan lokal, pelaku bisnis bidang pangan. Tujuannya untuk memotivasi tumbuhnya kemandirian pangan di setiap daerah. Meningkatkan mutu dan kualitas dari pangan olahan masyarakat, termasuk pengemasan dan label halal," jelasnya.

Dalam kegiatan ini, lanjut Azhar, juga ada bagi-bagi ayam goreng dan telur rebus sebanyak 3.000 paket. Terutama untuk anak sekolah dan masyarakat sekitar, yang dibiayai oleh para pengusaha unggas di Kota Medan dan sekitarnya. (M11/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments