Senin, 17 Feb 2020

Produk Agribisnis Sumut Harusnya Sudah Jadi Top Produk Wisata Karo

Jumat, 14 Februari 2020 20:26 WIB
republika.co.id

Ilustrasi

Medan (SIB)
Kalangan praktisi pariwisata di daerah ini menilai aneka produk agribisnis di Sumut berupa buah-buahan, sayur mayur dan bunga-bunga hortikultura, harusnya sudah menjadi komoditi pilihan dan unggulan dalam bursa pariwisata di destinasi agrowisata seperti Karo dan dataran Danau Toba.

Konsultan pariwisata nasional Ir Jonathan Ikuten Tarigan selaku pakar geologi dan pemerhati pertanian kawasan alam vulkanik, menyebutkan produk-produk agribisnis dari ladang-ladang petani tidak lagi hanya urgen sebagai di pasar niaga di bursa ekspor maupun untuk konsumsi lokal tetazpi sudah seharisnya sudah menjadi pilihan utama (top produk) dalam sektor pariwisata.

"Destinasi wisata Sumut seperti Karo dan Danau Toba harusnya sudah menjadikan hasil bumi agribisnisnya sebagai top produk wisata, tidak hanya menu produk alamnya yang berupa panorama atau diorama hasil erupsi gunung Sinabung atau perairan Danau Toba. Ekspansi produk berupa makanan-minuman atau kuliner kemasan akan menambah minat dan masa kunjungan (length of stay) turis karena makin banyak menu yang akan dinikmati selain panorama sekitar," ujar Jonathan kepada pers di Medan, Kamis (13/2).

Bersama rekannya Rally Tarigan dari UI Jakarta, dia mengutarakan hal itu seusai kuliah khusus tentang pariwisata Karo Volcano Park, di kampus Politeknik Mandiri Bina Prestasi (MBP) Medan. Paparan itu juga diulang dalam rapat panitia seminar yang merencanakan kedatangan Meutia Hatta, putri Proklamator RI atau mantan Wapres RI Mohammad Hatta, ke Tanah Karo pada awal Maret mendatang. Hadir di rapat itu dosen senior Politeknik USU Medan Drs Tenang Malem Tarigan SE Ak, dan Ketua Harian Yayasan AMIK MBP Dr Anna Mari Ulina Bukit.

Disaksikan para dosen, antara lain Vera Huitagalung dan Edward Purba serta Zulkifli Gurning, Jonathan juga mengulas potensi ekonomi agrobisnis di kawasan enam gunung di Tanah karo, khususnya potensi dan kondisi Gunung Sinabung pasca erupsi panjang sejak 2010 lalu, tentang produk dan ladang pertanian vulkanik yang subur di sekitar gunung-gunung kawasan Karo, tentang potensi budaya dan kearifan lokal masyarakat Karo sebagai unsur seni untuk konsumsi wisata, dan produk hasta karya kerajinan tradisional Karo yang bernilai tinggi.

Dra Vera Hutagalung, dosen pariwisata bidang perhotelan di Prodi Pariwisata AMIK MBP yag juga mantan pemandu wisata (tourist guide) di Jakarta menyebutkan, daerah Sumatera Utara harusnya bangga dengan julukan sebagai produsen buah-buahan atau tanaman hortikultura terbaik yang populer di mancanegara selama ini.

"Sumut itu, khususnya daerah Tapanuli dan Karo, sejak dulu kaya dengan aneka ragam produk agribisnis yang bernilai jual tinggi. Sudah banyak wacana dan rencana untuk menjadikan produk-produk itu sebagai top produk dalam bursa bisnis niaga maupun pariwisata. Tapi faktanya hingga kini memang belum terwujud selain untuk pasar konsumsi rumah tangga saja, harusnya sejak dulu sudah jadi produk pilihan dan belanja wisata untuk mendongkrak ekonomi masyarakat dan menambah variasi menu wisata," katanya optimis.

Dia mencontohkan beberapa menu olahan produk pertanian daerah Karo yang disajikan mahasiswa Prodi Pariwisata dalam demo masak dan uji coba kuliner khas tradisional. Misalnya kue semacam burger dengan produk andaliman (dari Tapanuli) plus buah arbei (stroberi) dari Tanahkaro. Sementara, sayuran kentang dan wortel dari Tanahkaro diolah untuk sop khusus pendamping menu nasi goreng (biasanya sop untuk nasi putih), dan minuman sirup jahe. (M04/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments