Minggu, 17 Nov 2019

Porseni Jadi Wadah Kreativitas dan Asah Kemampuan Anak

admin Sabtu, 06 April 2019 14:14 WIB
SIB/Dok
Memantau : Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak Fajar Medan sekaligus Ketua Pelaksana Porseni 2019 se Kecamatan Medan Baru, Martalismawati Aritonang bersama rekannya Lina Arianti, memantau acara Porseni 2019 Tingkat Kecamatan Medan Baru, di aula komplek sekolah TK tersebut Jl. Hayam Wuruk Medan, Kamis (28/3).
Medan (SIB) -Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2019 diharapkan bisa menjadi wadah kreatifitas dan mengasah kemampuan individual anak sejak usia dini. Melalui wadah Porseni pula diyakini sebagai pembinaan mental, jiwa dan keterampilan kreativitas anak. "Semoga acara ini bisa memberi ruang bagi anak-anak untuk berkreasi mengasah kemampuan dan daya kreativitas mereka sejak dini," kata Ketua Pelaksana Porseni 2019 se-Kecamatan Medan Baru, Martalismawati Aritonang kepada wartawan disela acara Porseni 2019 Tingkat Kecamatan Medan Baru, di aula komplek sekolah TK tersebut Jl. Hayam Wuruk Medan, Kamis (28/3).

TK Fajar kata dia untuk ketiga kali menjadi tuan rumah Porseni. Adapun berbagai perlombaan yang digelar antara lain; senam irama, mewarnai, bercerita, kolase dan menari.

"Untuk kategori lomba mewarnai diikuti 155 peserta, kolase 92 peserta, bercerita 18 peserta, menari 14 grup terdiri dari 6-8 peserta, lomba senam irama 8 grup terdiri dari 6-8 peserta. Total Sekitar 433 peserta dari 13 sekolah TK se Kecamatan Medan Baru yang ikut di Porseni 2019 ini," terangnya didampingi Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Medan Baru, Lina Arianti. "TK Fajar Medan sendiri mengikutsertakan 70 anak didik sebagai peserta Porseni kali ini," imbuh Marta.

Lina Arianti menambahkan khusus seluruh sekolah TK se-Kecamatan Medan Baru, berjumlah 15 sekolah namun yang bisa berpartisipasi cuma 13 sekolah dalam Porseni kali ini. Bukan cuma sebagai wadah kreatifitas anak didik mereka, dari kegiatan tersebut juga untuk memupuk silaturahmi diantara para guru, kepala sekolah dan orang tua murid.

"Dan perlu diketahui bahwa sekolah TK se Kecamatan Medan Baru ini juga beragam. Artinya tidak semua berasal dari sekolah berlapaskan Islam. Dari 15 sekolah yang ada cuma dua sekolah saja berbasis Islam, kebanyakan dari Katolik, ada juga Cina dan India," katanya.

Melalui keberagaman ini pulalah, sebutnya, membuat stakeholder sekolah dan yayasan TK se-Kecamatan Medan Baru semakin solid. "Di Medan Baru ini kami cukup unik karena beragam dan banyak perbedaan tetapi selalu kompak. Ini yang membedakan kami dari sekolah TK lainnya di kecamatan yang ada di Kota Medan," katanya.

Porseni sendiri berlangsung satu hari penuh dengan menghadirkan para juri dari pengawas-pengawas IGTKI Kota Medan dan akademisi Unimed. Pada lokasi perlombaan juga digelar berbagai bazar dari berbagai UKM dan sponsor. Turut hadir Ketua IGTKI Kota Medan, Yeni Bahtiar. para kepsek TK se Kecamatan Medan Baru, ketua Yayasan Seri Amal, pengawas TK Kecamatan Medan Baru, dan orangtua murid.(A11/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments