Minggu, 27 Sep 2020
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Pomparan Guru Tatea Bulan Terpanggil Mangulosi Wali Kota Medan Drs T Dzulmi Eldin Jelang Akhir Jabatan

Meneruskan Kearifan Lokal

Pomparan Guru Tatea Bulan Terpanggil Mangulosi Wali Kota Medan Drs T Dzulmi Eldin Jelang Akhir Jabatan

Kamis, 11 Juni 2015 11:03 WIB
Medan (SIB)- Pomparan Guru Tatea Bulan se Indonesia akan mangulosi Wali Kota Medan Drs T Dzulmi Eldin  menyusul akan berakhirnya masa kepemimpinannya pada Juni 2015.

"Pomparan Guru Tatea Bulan merasa terpanggil untuk mangulosi T Dzulmi Eldin karena telah berhasil menyelesaikan kepemimpinannya. Pemberian ulos ini sekaligus sebagai bentuk penuntasan tanggung jawab pomparan terhadap Dzulmi Eldin sebagai seorang bere di Pomparan Guru Tatea Bulan karena ibunya itu boru Lubis. Sebab 5 tahun lalu sewaktu maju bersama Rahudman Harahap kita juga memberangkatkan pasangan ini dengan Ulos Borhat-Borhat, maka wajar jika kita kembali mangulosi sebagai ucapan syukur telah menyelesaikan tugas. Sekaligus pula mendoakan agar apa yang diharapkan pada 5 tahun mendatang bisa pula dicapai," kata Ketua Umum Pomparan Guru Tatea Bulan Drs ND Malau kepada SIB, Rabu (10/6).

Dikatakan, ia tidak bisa merasa tenang jika belum mangulosi Dzulmi Eldin sebelum mundur dari jabatan wali kota menyusul pencalonannya kembali di Pilkada Kota Medan Desember 2015.

"Bagi kami hal ini adalah sebagai sebuah tanggung jawab. Pemberian ulos ini merupakan kegiatan sakral yang merupakan kearifan lokal dari leluhur untuk mengucap syukur kepada Sang Pencipta sekaligus bermohon kesehatan dan keselamatan serta berharap kesuksesan," tegas ND Malau yang juga Ketua Umum Punguan Malau Raja se Indonesia.

Dikatakan pemberian ulos bukan hanya keterpanggilan dari sisi pomparan saja yang dikaitkan dengan keberadaan Dzulmi Eldin sebagai bere, tetapi lebih dari itu karena melihat sosoknya yang terlihat tetap sederhana, bersahaja dan tak berjarak dengan rakyat. Ia melihat semasa kepemimpinan Eldin, para SKPD dan staf lebih kompak fan cenderung bekerja menomorsatukan pelayanan.

Eldin dinilai berhasil menunjukkan contoh bahwa dirinya sebagai wali kota tak perlu dihormat-hormati tetapi menomorsatukan kerja. Kondisi ini membuat tidak ada SKPD yang kemudian menjadi "anak emas" bahkan tidak ada istilah "ring 1". Siapa pun bisa bertemu wali kota tanpa harus melalui orang-orang tertentu.

"Jadi kami memang murni terpanggil untuk tujuan agar hal-hal yang sudah baik diraih di Kota Medan untuk bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi dengan kebersamaan semua elemen kemasyarakatan," kata Malau yang juga mantan Ketua Organisasi Pengusaha Jasa Konsultan DPD Inkindo dan Perkindo Sumut.

Mengenai waktu dan tempat penyerahan ulos, ND Malau menegaskan dirinya bersama pengurus masih akan membahas formasinya serta menyesuaikan dengan jadwal wali kota.

"Tetapi kami berharap bisa mangulosinya di rumah dinas atau di kantor wali kota sebelum beliau resmi mengundurkan diri dari jabatan wali kota," ucap ND Malau yang juga mantan anggota DPRD Medan dari Partai Golkar. (A06/h)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments