Minggu, 17 Nov 2019

Polisi Masih Analisa Gambar Pelempar Bom Molotov ke Kantor LBH Medan

bantors Senin, 21 Oktober 2019 15:04 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Polrestabes Medan masih menganalisa gambar pelaku pelemparan bom molotov di kantor LBH Medan yang terekam kamera CCTV yang ada di lokasi. "Polisi masih berupaya analisa hasil gambar CCTV yang lebih fokus," kata Kasat Reskrim Kompol Eko Hartanto, Minggu (20/10).

Dijelaskan, dalam rekaman CCTV di lokasi, pelaku yang terekam kamera CCTV berjumlah dua orang. "Mereka mengendarai sepedamotor. Tapi hasil rekaman CCTV tidak fokus terhadap wajah pelaku makanya kita masih mencari dan menganalisa hasil rekaman CCTV tersebut," kata Eko Hartanto.

Sebelumnya diberitakan, Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang berada di Jalan Hindu, Kecamatan Medan Barat dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK), Sabtu (19/10) dini hari.

Beruntung, kantor lembaga non pemerintahan yang siap memberi bantuan hukum itu tidak ada mengalami kerusakan. Namun akibat peristiwa tersebut ditemukan sebotol bom molotov yang kemudian diserahkan ke polisi untuk diusut tuntas.

Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, SH, MH dalam konferensi pers yang digelar di kantornya itu juga menjelaskan pada saat itu sekira pukul 02:30 WIB, seorang petugas cleaning service (CS) yang sedang berada di kantor LBH Medan mendengar ada suara keributan di luar kantor tersebut.

Kemudian ia pun langsung keluar dan melihat beberapa orang sedang memadamkan api yang berada di atap gedung LBH Medan dan ikut berusaha memadamkan api. "Setelah api padam, petugas CS ini lalu memanjat ke atap dan menemukan sebuah botol minuman wama hijau dilengkapi sumbu yang diduga merupakan bom molotov yang dilemparkan pelaku.

"LBH Medan telah menyerahkan barang bukti yang diduga digunakan dalam peristiwa pelemparan bom molotov yakni sebuah botol berwarna hijau dengan tulisan "Jinro Chamisoul" kepada pihak kepolisian.

Setelah itu LBH Medan membuat laporan polisi ke Polrestabes Medan dan kini polisi sedang mendalami kasus ini dan telah memeriksa tiga orang saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut," paparnya.

Dalam konferensi pers itu, Wakil Direktur LBH Medan ini juga menjelaskan 12 Oktober 2019 sekira pukul 03:00 WIB kemarin, pelemparan bom molotov juga dialami oleh literacy coffe yang mengakibatkan kaca jendelanya pecah. Hal itu masih dikatakannya menunjukkan bahwasannya ada oknum-oknum tertentu yang sengaja ingin mencelakai dan atau meneror para aktivis khususnya aktivis HAM.

LBH Medan meminta Polda Sumut dan jajarannya untuk mengungkap kasus ini dengan cepat dan berharap agar pelaku segera ditemukan sehingga tercipta Medan yang aman. (M05/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments