Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Polda Sumut Amankan Alat Berat dan 11 Pekerja dari Lokasi Galian C Ilegal di Binjai

Polda Sumut Amankan Alat Berat dan 11 Pekerja dari Lokasi Galian C Ilegal di Binjai

admin Jumat, 28 Juni 2019 11:19 WIB
Medan (SIB) -Polda Sumut mengamankan sejumlah alat berat dan pekerja di lokasi tambang Galian C yang diduga ilegal di lahan eks hak guna usaha (HGU) PTPN 2 Desa Tunggurono Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.

Menurut Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Herzoni Saragih mengatakan, empat unit escavator, alat berat yang beroperasi di sana dan sejumlah pekerja telah diamankan ke Mapolda Sumut.

"Kita amankan kemarin, Rabu (26/6) lalu alat berat dan 11 pekerja dari lokasi pertambangan tanah timbun tersebut," ungkap Herzoni kepada wartawan, Kamis (27/6).

Menurutnya, usaha pertambangan di lokasi itu tidak memiliki IUP, IUPR dan IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 UU RI No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Melakukan Usaha Tanpa Memiliki Izin Lingkungan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 109 UU RI No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Saat ini kasusnya masih kita lidik dengan memeriksa sejumlah pekerja yang diamankan kemarin," ungkapnya.

Ia menceritakan, saat dilakukan penggerebekan sedang berlangsung pengorekan tanah dimana ada empat unit alat berat, escavator. Dari hasil pemeriksaan polisi terhadap pekerja yang ada di lokasi mengatakan mereka bekerja atas perintah dari ST, salah satu ketua Ormas pemuda di Kota Binjai.

"Saat itu kita cek izin-izin kegiatan tambang lokasi itu namun mereka tak bisa menunjukkan," sebutnya.

Masih berdasarkan hasil pemeriksaan, kabarnya kegiatan tambang tersebut sudah berjalan kurang lebih selama dua tahun. Dalih para pekerja di lokasi penambangan tersebut untuk membuat kolam. Sementara tanah hasil galian diperjualbelikan kepada orang seharga Rp100.000 per dump truck (DT).

Dari sana polisi mengamankan di antaranya Tita Ginting selaku tukang catat (mandor), Sarmin selaku operator excavator hitachi warna orange zaxis 210, Howir selaku operator alat berat excavator hitachi warna orange tipe Strip-1.

Selanjutnya, Erianto selaku penimbun jalan, Agus Sitepu selaku kernek operator, Adi Pansai selaku operator. Suari selaku Supir DT Nopol 8464 EG, Rizal selaku supir mobil DT BK 9169 BN, Wondo selaku supir mobil DT BK 8549 LO. Selanjutnya Sirajudin selaku supir mobil DT Nopol 8496 VO dan terakhir Candra selaku supir DT Nopol BK 8213 XR.

Barang bukti selain empat unit escavator, polisi juga menyita lima unit mobil DT, uang tunai Rp 3.360.000, bon faktur penjualan, buku catatan pengambilan tanah.

Sementara ketika ditanya siapa yang bakal menjadi tersangka terkait pertambangan ilegal itu, Herzoni mengaku masih melakukan pendalam. "Untuk tersangkanya masih kita lidik, ya," pungkasnya. (M18/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments