Sabtu, 19 Okt 2019

Petugas Kapal Patroli KKP Tangkap 2 Kapal Ikan Malaysia

admin Selasa, 12 Maret 2019 11:49 WIB
SIB/INT
Ilustrasi
Belawan (SIB)-Diduga melakukan pencurian ikan di kawasan perairan Selat Malaka, yang merupakan wilayah laut Indonesia, petugas kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menangkap 2 kapal ikan asing berbendera Malaysia, Senin (11/3).

Dua unit kapal ikan asing menggunakan pukat harimau (trawl) yang ditangkap berikut 4 orang awaknya, warga negara Myanmar tersebut yakni, KM PKFB 1109 GT 50,99 dan KM PPF 634 GT 49,7 juga berikut 5 awaknya warga negara Myanmar.

Melalui siaran pers tertulisnya yang diterima wartawan, Senin malam, Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman mengatakan, kedua kapal ikan berbendera Malaysia itu ditangkap saat sedang melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI), Selat Malaka, sekitar pukul 10.15 WIB.

"Kapal-kapal tersebut ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah dari Pemerintah RI serta menggunakan alat tangkap yang dilarang jenis trawl," ujar Dirjen PSDKP.

Lebih lanjut dikatakannya, kedua kapal ikan asing tersebut diduga melanggar Undang-Undang No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Selanjutnya, kapal dikawal menuju Stasiun PSDKP Belawan Sumatera Utara dan diperkirakan tiba, Selasa (12/3) sekitar pukul 10.00 WIB untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Dalam kesempatan tersebut pihak KKP juga menginformasikan, sejak bulan Januari 2019 hingga 11 Maret 2019, telah ditangkap sebanyak 15 kapal perikanan ilegal, terdiri dari 11 kapal ikan asing dengan perincian 6 unit berbendera Malaysia dan 5unit berbendera Vietnam serta 4 kapal perikanan Indonesia. (A8/q)
T#gs Petugas Kapal Patroli KKP Tangkap 2 Kapal Ikan Malaysia
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments