Kamis, 24 Sep 2020

Petugas Gabungan Kembali Razia Preman dan Jukir Liar di Medan

* Ditemukan Karcis Palsu
Kamis, 11 Juni 2015 11:08 WIB
Medan (SIB)- Petugas gabungan dari Sabhara Polresta Medan dan Dinas Perhubungan Kota Medan, menggelar razia terhadap para juru parkir (Jukir) liar dan preman di sejumlah kawasan Kota Medan, Rabu (10/6). Petugas gabungan  berhasil mengamankan 20 jukir liar karena tidak memiliki surat tugas resmi.

Dalam razia itu, petugas melakukan penyisiran di sejumlah lokasi seperti di Jalan Ringroad, Jalan Gatot Subroto, Jalan Sekip dan Jalan Setia Budi Medan.

Petugas juga melakukan penggeledahan sejumlah jukir liar yang tidak memiliki surat tugas resmi. Para jukir liar yang  tidak memiliki surat resmi, kemudian diangkut ke dalam truk untuk diboyong ke Sat Sabhara Polresta Medan.

“Razia ini digelar dengan sasaran preman dan jukir liar yang meresahkan masyarakat, apalagi sebentar lagi bulan puasa,” kata Kasat Sabhara Polresta Medan, Kompol AA Rangkuti.

Sementara itu, Agus (28) salah seorang petugas parkir yang terjaring razia mengaku mendapatkan surat tugas dari Dinas Pendapatan Kota Medan.

“Aku dapat surat tugas parkir dari Dinas Pendapatan Kota Medan yang diberikan mandor ku,” ujarnya kepada wartawan.

Dia menyebutkan, sudah setahun menjadi petugas parkir di kawasan Setia Budi.

“Sudah setahun ini aku jadi petugas parkir dan biasanya aku ngetem di kawasan Setia Budi,” ungkapnya.

Dalam razia tersebut petugas Sabhara Polresta Medan dan Dinas Perhubungan Kota Medan juga menyita satu blok karcis parkir palsu.

Kabid Perparkiran Dishub Medan, SP Tambunan mengatakan, karcis parkir palsu tersebut ditemukan saat menggelar razia juru parkir liar di Jalan Setia Budi/Dr Mansyur Medan, menemukan karcis yang diduga palsu sebanyak 1 blok.

“Ada ditemukan karcis palsu,” kata Tambunan, kepada wartawan di Kantor Sabhara Polresta Medan Jalan Putri Hijau Medan.

Dia menjelaskan, karcis palsu itu ditemukan ketika petugas melakukan penggeledahan terhadap seorang jukir berinisial ME.

“Kalau pidananya kita koordinasi dengan polisi, kita juga menunggu pak Kadis,” kata SP Tambunan.

Sementara, ME mengakui kalau karcisnya itu palsu.

“Saya diamankan karena karcis palsu, kalau yang lain seperti bet, saya lengkap,” kata ME salah seorang jukir yang diamankan petugas.

Dikatakannya, karcis palsu sebanyak satu blok diberikan oleh seorang pria bernama Jum, yang merupakan pengawas jukir di kawasan Jalan Setia Budi/Jalan dr Mansyur.

“Saya diberi sama Jum, baru baru ini aja diberikannya,” kata ME.

Amatan wartawan, bentuk karcis palsu itu terlihat lebih tebal daripada karcis resmi. Selain itu warna karcis palsu ini, berwarna putih, dengan tarif parkir tertera seharga Rp 3000. (A10/d)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments