Senin, 21 Sep 2020

Petani Langkat Resah Pupuk Bersubsidi Langka

Petani Terpaksa Beli Urea Non Subsidi 260 Ribu per Sak
redaksi Jumat, 06 Desember 2019 14:07 WIB
suara.com
Ilustrasi Pekerja yang sedang mengangkat pupuk dari gudang.
Langkat (SIB)
Sejumlah petani Kabupaten Langkat resah akibat langkanya pupuk bersubsidi, padahal musim tanam sudah 10-15 hari lalu dan selayaknya dilakukan pemupukan. Kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Urea, Za dan Phonska dapat mengancam program swasembada pangan daerah, karena tidak seluruh petani sanggup membeli pupuk non subsidi.

Kelangkaan itu seperti di Desa Securai Selatan Kecamatan Babalan, hingga Kades menggelar rapat dipimpin P Efendi Simangunsong dengan mengundang PPL , Kios Pupuk dan Pengurus Kelompot Tani beserta Kepala Dusun se Desa membahas jeritan petani d Kantor desanya Selasa (2/12) .

"Karena selayaknya dilakukan pemupukan, dengan terpaksa sebahagian petani kini membeli Urea non subsidi seharga Rp 260 ribu persak . Karena menunggu pupuk Subsidi belum jelas keberadaanya sebut Seorang Staf Desa Securai Selatan St Martua Manurung kepada wartawan via telepon selularnya Kamis (5/12) .

Dalam pertemuan di desa Syaiful Bahri selaku PPL desa Securai Selatan mengaku kelangkaa pupuk bersubdisi bukan hanya di daerah tersebut yang disebabakan pengurangan jatah pupuk dari pemerintah ke Petani . Sejumlah petani juga berharap pemerintah secepatnya mengambil kebijakan agar petani tidak terpuruk dalam musim tanam tahun ini,sebut sejumlah petani
Keluhan serupa berupa langkanya pupuk bersubsidi yang diharapkan dapat membantu petani dalam mengelola tanaman padi itu juga terjadi dialami oleh sejumlah petani sawah seperti di kecamatan lain Wampu, Stabat, Selesai dan Binjai Kabupaten Langkat.

Menanggapi kelangkaan pupuk bersubsidi Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat Nasiruddin mengaku kelangkaan tersebut karena pengurangan dari Pemerintah Pusat diduga karena belum dianggarkan dari Kementerian Keuangan.

"Kelangkaan pupuk bersubsidi itu terjadi di Kabupaten Langkat karena dari 7000 ton bulan Oktober hingga Desember untuk disubsidi baru terealisasi sekitar 925 ton . Hingga kini Dinas Pertanian Langkat terus mengusulkan penambahan ,namun itu tentu tergantung dari Pemerintah Pusat menganggarkan" ,sebutnya. (M-24/c).

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments