Minggu, 08 Des 2019

Perlindungan Perempuan dan Anak Bisa Terwujud Bila Masyarakat Berpartisipasi

Jumat, 09 November 2018 11:20 WIB
Medan (SIB) -Partisipasi masyarakat Sumut menjadi salah satu kunci penting untuk mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak. Semakin banyak masyarakat yang peduli dan paham dengan isu-isu perempuan dan anak, maka semakin mudah pula melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Hal itu disampaikan Sekdaprovsu Dr Ir Hj Sabrina MSi saat memimpin rapat Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Temu Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK Puspa) tingkat nasional, di Ruang Sutan Komala Pontas Lantai 8 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis (8/11).

"Semoga kegiatan temu FK Puspa ini menjadi salah satu kesempatan untuk menyosialisasikan dan mendekatkan masyarakat dengan isu perempuan dan anak, khususnya di Sumut. Terkadang pemerintah tidak bisa menjangkau hingga ke tingkat keluarga, tetapi masyarakat sebagai tetangga, sebagai sanak saudara, bisa mencegah tindakan-tindakan kekerasan pada anak dan perempuan," ujar Sabrina.

Sabrina mencontohkan, beberapa tahun yang lalu marak aktivitas porno aksi di Medan melalui hiburan 'Kibot' (organ tunggal) tertentu di masyarakat. 
Menampilkan nyanyian dangdut pada malam hari dan sarat dengan penampilan biduan yang vulgar. Penampilan itu banyak disaksikan anak-anak di bawah umur dan sudah merisaukan orangtua.

Menurut Sabrina, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi publik. Pertama, menyediakan sistem informasi yang memuat kondisi perempuan dan anak, kejadian atau kasus-kasus perempuan dan anak, serta panduan atau pedoman perlindungan anak dan perempuan.

Berikutnya, meningkatkan kegiatan-kegiatan yang banyak melibatkan publik seperti sosialisasi dan pelatihan. Ketiga, penguatan jejaring antar sesama pelaku perlindungan anak dan perempuan.

Sementara itu, Asisten Deputi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) Sri Prihartanto Lestari Wijayanti SH MH menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya FK Puspa ialah untuk mendukung upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia dan kesenjangan ekonomi perempuan.

"FK Puspa ini adalah forum yang dibentuk Kemenpppa untuk memasilitasi sinergi antar seluruh elemen baik pemerintah, lembaga profesi, riset, dunia usaha, keagamaan, masyarakat, perguruan tinggi, media dan lainnya. Tujuannya untuk mempercepat perwujudan kesejahteraan perempuan dan anak," ucapnya.

Kepala Dinas PPPA Hj Nurlela MAP menyampaikan bahwa temu FK Puspa akan dilaksanakan di Kota Medan mulai tanggal 11-13 November 2018. Mengangkat tema "Sinergi untuk Percepatan Pembangunan Perempuan dan Perlindungan Anak", kegiatan ini akan dihadiri oleh peserta dari 34 provinsi di Indonesia dan direncakan akan dihadiri Sekretaris Menteri Kemenpppa Pribudiarta Nur Sitepu. (A12/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments