Minggu, 21 Apr 2019

Perda Kemiskinan Mendorong Warga Miskin Bisa Hidup Lebih Baik

admin Senin, 11 Februari 2019 11:11 WIB
SIB/Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Anggota DPRD Medan Parlaungan Simangunsong foto bersama warga Kecamatan marelan, usai pelaksanaan sosialisasi Kota Medan nomor 5 tahun 2015 tentang penanggulangan kemiskinan, Minggu (10/2) di Kompleks perumahan KPUM, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.
Medan (SIB) -Anggota DPRD Medan Parlaungan Simangunsong ST dari fraksi P Demokrat kembali melaksanakan sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 5 tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Perumahan KPUM, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (10/2).

Di hadapan ratusan masyarakat, Parlaungan menyampaikan, Perda itu dibuat anggota DPRD Medan bersama Pemko untuk mengubah kehidupan ekonomi warga miskin menjadi lebih baik. Diharapkan, penerima keluarga penerima bantuan hari ini, tahun berikutnya tidak tercatat lagi sebagai keluarga miskin.

"Miskin adalah kondisi seseorang tidak mampu memenuhi hak-hak dasar seperti pangan, tempat tinggal, pakaian, pendidikan dan kesehatan sesuai standar minimal. Berjuanglah memerbaiki ekonomi rumah tangga, janganlah terlena dengan kemiskinan, mari kita bangkit," ucapnya.

Lanjut Parlaungan, pada Bab II, pasal 2 ayat b Perda Kemiskinan ini disebutkan, penanggulangan kemiskinan bertujuan untuk menjamin perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar warga miskin secara bertahap agar dapat menjalani kehidupan yang bermartabat.

"Kemudian di ayat b disebutkan, tujuan penanggulangan kemiskinan adalah untuk memercepat penurunan jumlah warga miskin. Mereka mendapat kebutuhan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, usaha, modal usaha, hak atas rumah (bedah rumah), hak atas air dan lingkungan bersih dan lainnya," terang politisi Demokrat itu.

Setelah mendapatkan haknya, kata Parlaungan, warga miskin berkewajiban mengusahakan peningkatan kesejahteraannya dan berperan aktif terhadap segala upaya penanggulangan kemiskinan. "Artinya, modal dasar sudah diberikan pemerintah, termasuk modal usaha. Dengan cara itu diyakini kehidupan pasti berubah, kalau sungguh-sungguh mau berubah," tuturnya.

Hadir di acara sosialisasi Perda tersebut, perwakilan dari Dinas Sosial Pemko Medan Dedi Irwan Pardede. Dia mengatakan, Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat adalah salah satu yang diterima warga miskin di kota Medan. Uang yang didapat bisa digunakan untuk hal-hal peningkatan kemampuan anak, seperti membeli televisi atau komputer/laptop.

"Tapi yang utama adalah untuk pendidikan dan kesehatan. Modal usaha sudah disediakan pemerintah, untuk menambah kecakapan dalam berkarya, pemerintah punya Balai Latihan Kerja (BLK). Lulusannya bisa berwira usaha menambah penghasilan keluarga," paparnya.

Turut hadir, Lurah Terjun Hj Erlina SE, Kepling 13 Kelurahan Terjun S br Harahap. Sejumlah warga yang hadir aktif bertanya seputar Perda Kemiskinan tersebut. Mereka di antaranya Rosnani br Napitupulu, Lovita br Napitupulu, Fransiskus Marbun dan Andreas Simatupang.

Mereka bertanya bagaimana teknisnya atau prosedurnya agar warga kurang mampu ikut menikmati bantuan pemerintah sesuai yang diamanahkan dalam Perda Kemiskinan tersebut. Mereka juga mengharapkan Pemko menggenjot pembangunan di segala bidang termasuk ke Medan Utara, khususnya Kecamatan Medan Marelan. (A10/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments