Sabtu, 24 Agu 2019

Perbaikan Underpass Titikuning Picu Kesemrawutan Arus Lalu-lintas

admin Kamis, 16 Mei 2019 10:35 WIB
SIB/Fernandez Silaban
DITUTUP: Jalur underpass dari arah Jalan Tritura menuju Jalan Djamin Ginting/Ngumban Surbakti ditutup karena masih dalam tahap perbaikan. Penutupan tersebut ditengarai memicu kemacetan dan kesemrawutan arus lalu-lintas.
Medan (SIB) -Sejak mengalami kerusakan di satu jalur dan hingga kini dalam tahap perbaikan sejak dua pekan lalu, Underpass Titi Kuning/Brigjen Katamso Medan masih tetap berfungsi untuk satu jalur. Namun warga pengendara hanya dapat melintasi Underpass tersebut dari arah Jalan Ngumban Surbakti, menuju Medan Amplas.

Akibat kerusakan underpass yang baru beberapa bulan selesai dibangun itu, hampir setiap hari kemacetan dan kesemrawutan arus lalu-lintas terjadi di kawasan ini, khususnya pada jalur sebelah kiri Jalan Tritura/AH Nasution menuju Jalan Djamin Ginting/Ngumban Surbakti.

Sebelumnya, sekitar dua pekan lalu, persisnya Sabtu (28/4) lalu, pelat besi drainase yang melintang di sisi kiri underpass (arah Jalan Tritura menuju Jalan Ngumban Surbakti) mengalami kerusakan.

Pantauan SIB, Selasa (14/5) di lokasi, jalur sebelah kiri underpass tampak ditutupi pembatas jalan (road barrier) terbuat dari beton dan dipasangi police line tanda dilarang melintas.

Sementara itu pada bagian yang sebelumnya rusak, sudah terlihat diperbaiki (dicor beton).

Sedangkan jalur kanan, arah Ngumban Surbakti menuju Medan Amplas masih dapat dilintasi warga pengendara.

"Memang setiap hari ada kemacetan di sini, khususnya pada jam-jam tertentu. Biasanya saya lewat dari bawah, tapi sekarang karna rusak enggak lagi. Saya dan masyarakat lainnya berharap supaya cepat lah diperbaiki,"ujar Boy, supir angkutan kota (Angkot) kepada SIB.

Sementara itu, Yuliani, (32) mengaku keberadaan underpass Titi Kuning/Brigjen Katamso Medan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Sebelum ada underpass, biasanya kondisi lalu-lintas di sini karut-marut dan selalu macet. Sejak ada underpass, kemacetan berkurang drastis. Semoga dalam waktu dekat, kedua jalur ini bisa berfungsi kembali,"tutup wanita yang mengaku sebagai karyawati di salah satu pabrik di kawasan Titikuning ini. (M19/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments