Kamis, 24 Sep 2020

Pengembangan Kuburan Mewah di Sibolangit Belum Memiliki Izin

* Kasatpol PP Deliserdang: Mana Mungkin Kita Larang Berinvestasi
redaksi Jumat, 06 Desember 2019 14:58 WIB
SIB/Dok
PENGEMBANGAN: Beginilah tampak aktivitas pengembangan kuburan mewah mengunakan alat berat untuk pengerukan perbukitan di Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit. Foto dipetik baru-baru ini.
Deliserdang (SIB)
Pengembangan atau pembangunan kuburan mewah oleh PT Nirvana Memorial di Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit diketahui belum mengantongi atau memiliki izin dari Pemkab Deliserdang. Sesuai tata ruang kata dewan juga sudah dihapus lokasi penambahan lokasi perkuburan mewah di Sibolangit, sehingga DPRD Deliserdang meminta pengusaha menghentikan pekerjaan pengembangan perkuburan mewah.

"Belum ada izinnya," kata Kadis PM PPTSP Deliserdang, Ir Syarifah Alawiyah secara singkat saat dikonfirmasi SIB melalui sambungan WhatsApp, Kamis (5/12) di Lubukpakam.

Terkait pengembangan kuburan mewah belum kantongi izin itu, Kasatpol PP Deliserdang Suryadi Aritonang mengaku sudah menyuruh pengusaha untuk mengurus izin. "Mana mungkin kita larang orang untuk berinvestasi di Deliserdang, selagi masih mau mengurus izin silahkan saja," kata dia saat ditemui di Kantor Bupati.

Apa dibenarkan pekerjaan boleh beroperasi di lapangan sebelum terbit izin, ia mengaku memperbolehkannya. "Silahkan saja selagi masih mau pengusaha mengurus izinnya, itu tidak menjadi masalah," aku Suryadi.

Terpisah, Kadis LH Deliserdang Ir Artini S Marpaung juga membenarkan bahwa izin pengembang tersebut belum keluar. "Analisa dampak lingkungan (Amdal) itu, bukan UKL-UPL. Amdalnya sudah selesai mulai tahun lalu, namun IMB kan belum keluar, mana boleh pengusaha melakukan kegiatan apapun sebelum izin keluar," akunya.

Terkait keresahan warga akibat pengembangan kuburan mewah itu, Artini berjanji akan menelusuri. "Pengembangan itu belum ada izin dan berdampak ke masyarakat yang membuat sungai keruh. Walau demikian akan kami cek nanti," terang Kadis LH itu.

Sementara Ketua Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Deliserdang, Mikhail TP Purba mengaku bahwa tata ruang untuk penambahan pengadaan kuburan mewah di Kecamatan Sibolangit sudah dihapus.

"Sudah dihapus itu untuk penambahan perkuburan mewah di Sibolangit. Tidak boleh lagi untuk penambahan. Untuk itu, kami dari DPRD Deliserdang meminta PT Nirvana Memorial agar menyetop segala kegiatan pengembangan kuburan mewah di lokasi," minta Mikhail yang merupakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Deliserdang itu.

Anggota DPRD Deliserdang lainnya yang tinggal di Sibolangit, Gambo Tarigan menduga rekomendasi peruntukan penggunaan tanah dalam pengembangan PT Nirvana Memorial itu tidak tepat lokasi. "Informasi saya peroleh dan saya duga rekomendasi peruntukan itu tidak tepat lokasi, karena peruntukannya setahu saya di Desa Bingkawan Kecamatan Sibolangit bukan di Desa Rambung Baru Kecamatan Sibolangit," duganya.

Dugaan itu sepertinya dibenarkan dua kepala desa di Kecamatan Sibolangit. Salah satunya Pelaksana Kepala Desa Rambung Baru, Sempah Br Gurusinga yang diwawancara SIB terkait surat rekomendasi silang sengketa dalam pengembangan kuburan mewah tidak pernah dikeluarkannya.

"Semenjak saya pelaksana kepala desa di sini mulai Maret 2019 hingga kini belum ada saya keluarkan rekomendasi. Sebelum saya pun, sesuai arsip yang kami periksa belum ada rekomendasi desa dalam pengembangan kuburan mewah dikeluarkan di Desa Rambung Baru," akunya.

Soal keresahan warga yang mengakibatkan Sungai Tengah keruh akibat pengembangan itu, Sempah membenarkannya. "Sudah banyak warga yang melaporkan ke kita dampak pengembangan atau pengerukan kuburan mewah itu. Keluhan warga pun sudah kita sampaikan kepada security PT Nirvana Memorial di lokasi," tuturnya.

Kepala Desa Bingkawan, David Tarigan membenarkan telah mengeluarkan rekomendasi silang sengketa di desanya untuk pengembangan kuburan mewah. "Di Desa Bingkawan sudah ada lahan dibeli untuk pengembangan perkuburan mewah namun belum dikerjakan. Soal di Desa Rambung Baru yang dimulai pekerjaan saya tidak tahu, karena lokasi itu berdekatan atau berbatasan dengan Desa Bingkawan," pungkasnya. (T05/f)



T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments