Rabu, 23 Okt 2019

Kapolri Soroti Menurunnya Kepercayaan Masyarakat

Pengamat: Polri Harus Terbuka Dalam Penyelidikan

Minggu, 14 Juni 2015 12:21 WIB
Medan (SIB)- Pengamat hukum Prof Dr Edi Warman SH MHum sangat mendukung Kapolri untuk melakukan pembenahan internal agar masyarakat kembali percaya kepada Polri.

"Kalau masalah kepercayaan ini hanya individu atau oknum, jangan dibawa ke lembaga, kalau polisi saat ini sudah bagus. Jadi Kapolri harus melakukan pembinaan terhadap oknum yang membuat masyarakat tidak percaya," katanya saat dihubungi, Sabtu (13/6).

Dijelaskan, ada beberapa penyimpangan yang dilakukan oknum Polri yang membuat masyarakat tidak lagi percaya di antaranya kurang keterbukaan dalam penyelidikan. Selain itu, sistem hukum tumpul ke atas tajam ke bawah juga menambah masyarakat tak mempercayai Polri.  "Ini akibat sistem kontrol Polri ke bawah tidak bagus, jadi membuat oknum tersebut semakin leluasa melakukan hal-hal seperti ini. Kalau mau memperbaiki menyeluruh harus diperbaiki budaya yang sudah ada dari dulu," terangnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Muslim Muis SH Mkn, mengatakan, Polri memang harus memperbaiki diri. "Polri harus memperbaiki diri dan mengajak masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok pemuda dan kelompok masyarakat lainnya, untuk duduk berkumpul bersama membahas masalah kurang kepercayan yang semakin hari semakin menipis," cetusnya.

Apabila kepercayaan masyarakat kepada polisi sudah berkurang, lanjut Muslim Muis, maka aksi kekerasan akan terus terjadi di tengah-tengah masyarakat. "Dampaknya lihat saja, masyarakat main hakim sendiri karena sudah tidak percaya lagi sama Polri," ungkap dia.

Dia meminta agar Polri selalu terbuka dalam penyelidikan agar masyarakat tidak memiliki rasa kecurigaan yang mendalam. "Kalau ada yang ditangkap jangan ditutup-tutupi biar masyarakat tidak ada curiga," sebutnya.

Saat disinggung mengenai kepedulian Polri lebih besar kepada masyarakat yang mampu, Muslim Muis menegaskan kalau persoalan itu sudah lama terjadi. "Istilah tumpul keatas tajam kebawah itu sudah lama, karena inilah masyarakat malas berurusan dengan polisi. Disinilah tugas Kapolri yang baru ini untuk bisa memperbaiki sistem tersebut," tambahnya. (Dik-SPS/h)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments