Minggu, 27 Sep 2020

Hasil Evaluasi RAPBD Sergai 2015 Lama Dikeluarkan

Pemprovsu Picu Stagnansi Anggaran Seluruh SKPD Pemkab Sergai

Selasa, 22 September 2015 11:40 WIB
Sergai (SIB)- Perubahan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (PAPBD) Serdangbedagai tahun anggaran 2015 yang jumlah totalnya Rp 1.283.762.591.737 atau mengalami pertambahan Rp 115.303.203.569 dari APBD induk tahun 2015 Rp 1.168.459.388.168 sudah disahkan DPRD Serdangbedagai pada Rabu 26 Agustus 2015. Namun, sudah 21  hari lamanya hingga saat ini  Pemprovsu belum mengeluarkan hasil evaluasinya sehingga terjadi “stagnansi anggaran pada setiap SKPD,” ujar Ketua DPRD Serdangbedagai H Syahlan Siregar ST menjawab SIB, Senin (21/9).

“Mengingat sisa waktu penggunaan anggaran tinggal 3 bulan lagi dan menghindari rendahnya serapan anggaran, kita mendesak Pemprovsu segera menurunkan hasil evaluasi terhadap PAPBD agar masing–masing SKPD sebagai pengguna anggaran terlebih untuk kepentingan mendesak seperti pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, kesehatan, pendidikan dapat melaksanakannya tepat waktu dan tepat sasaran,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Didampingi anggota DPRD Serdangbedagai, Togar Situmorang, Nuralamsyah SH dan Edi Resmanto, Ketua DPRD yang selalu bicara meledak–ledak itu sangat menyesalkan lamanya  keluar hasil evaluasinya dari kantor Gubsu. “Janganlah kekisruhan masalah keuangan di Pemprovsu berimbas pada daerah–daerah termasuk Serdangbedagai. Padahal, jika evaluasi sudah turun, anggaran pembangunan segera bisa dilakukan yang dampaknya akan menggairahkan perekonomian termasuk menyerap tenaga kerja,” pungkasnya.

Menurut Syahlan Siregar, penyerapan anggaran di hampir seluruh SKPD Serdangbedagai sangat rendah yakni baru seputar  40 persen. Bahkan, khusus pada SKPD Tarukim (Tata Ruang dan Pemukiman) penyerapan anggarannya nol persen hingga pengesahan PAPBD tahun 2015. Memang, tanpa turunnya hasil evaluasi dari Pemprovsu, masing–masing SKPD takut dan gamang menggunakan anggaran. Dampaknya, di samping dapat menimbulkan SiLPA, proyek–proyek pembangunan akan terkendala dan yang rugi justru masyarakat, imbuhnya pada SIB.

Kepada SIB, Syahlan dan para anggota DPRD Serdangbedagai membenarkan, dalam PAPBD Serdangbedagai tahun 2015 yang mengalami pertambahan Rp 115 miliar lebih terdapat sekitar Rp 4,5 miliar hasil pemangkasan dari pos–pos yang bersifat serimonial disepakati dialokasikan membangun infrastruktur jalan–jalan yang rusak. “Ini juga termasuk belum bisa dikerjakan akibat belum turunnya hasil evaluasi PAPBD dari Pemprovsu. Padahal, sisa waktu tinggal 3 bulan lagi,” papar mereka. (A30/q)



T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments