Jumat, 18 Okt 2019

Pemprovsu Dukung Penyelamatan Situs Benteng Tanduk Benoa di Kutalimbaru

admin Sabtu, 19 Januari 2019 15:30 WIB
SIB/Dok
AUDIENSI : Sekdaprovsu Dr Ir Hj R Sabrina MSi menerima audiensi Majelis Raja-Raja, Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumatera Utara di ruang kerja Sekdaprovsu, lantai 9, Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro No. 30 Medan Medan, Jumat (18/1).

Medan (SIB)- Pemprovsu mengapresiasi upaya penyelamatan situs bersejarah Benteng Tanduk Benoa, yang akan dilakukan Majelis Raja-Raja, Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumatera Utara (Sumut).

Rencana penyelamatan situs bersejarah ini disampaikan Wan Chaidir Barus selaku Ketua Majelis Raja-Raja, Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumut.

Wan Chaidir serta rombongan diterima Sekdaprovsu Dr Ir Hj R Sabrina MSi di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Jumat (18/1). "Pemprovsu tentunya sangat mendukung upaya ini, situs sejarah merupakan akar budaya yang harus kita lestarikan," ujar Sabrina.

Dia pun menceritakan bahwa Pemprovsu baru-baru ini juga telah melakukan penyelamatan situs bersejarah Benteng Putri Hijau dan pemugaran makam Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah. Untuk mengawali upaya ini, Sabrina menyarankan agar memerhatikan status lahan dan keberadaan orang-orang yang menduduki lahan. "Selain itu, upayakan pula untuk mencari tahu hal-hal apa lagi yang terkait dengan benteng tersebut. Seperti disebutkan Bapak Wan bahwa di sekitar tembok terdapat tumbuhan herbal. Nah, itu juga perlu diteliti, bawa pakar tanaman ke sana," sarannya.

Sabrina pun menyampaikan bahwa Pemprovsu senantiasa bersedia memberikan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan Majelis Raja-Raja Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumut untuk melakukan upaya penyelamatan situs ini. "Penyelamatan situs bersejarah adalah bukti kecintaan kita pada sejarah dan budaya yang kita miliki," ucapnya.

Ketua Majelis Raja-Raja Datuk-Datuk dan Masyarakat Adat Sumut Wan Chaidir Barus menjelaskan, rencana awal upaya penyelamatan situs bersejarah Benteng Tanduk Benoa akan dilakukan dalam bentuk seminar terlebih dahulu pada Februari 2019. Seminar itu, akan mensosialisasikan dan mengakrabkan masyarakat dengan sejarah Benteng Tanduk Benoa yang berkaitan dengan Perang Sunggal. "Kampung Tanduk Benoa adalah sebuah dusun kecil yang masuk ke dalam struktur pemerintahan Desa Sukamakmur Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.

Jadi, Tanduk Benoa ini, dulunya adalah markas dan benteng perjuangan rakyat Karo melawan Belanda pada Perang Sunggal," jelasnya. Wan berharap upaya penyelamatan situs bersejarah melalui seminar bekerja sama dengan LIPI dan Magister Sejarah USU ini akan terus berlanjut. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Hidayati, Kepala Biro Pemerintahan Setdaprovsu Afifi Lubis, mewakili Bappeda, dan mewakili Dinas Pendidikan. (A11/f)

T#gs Pemprovsu Dukung Penyelamatan Situs Benteng Tanduk Benoa di Kutalimbaru
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments