Selasa, 11 Agu 2020

Pemprov Sumut Siap Wujudkan Ekosistem Digital

* Internet di Danau Toba Sektor Prioritas Pertumbuhaan Ekonomi di Sumut
Kamis, 16 Juli 2020 20:29 WIB
Foto Dok/Humas Pemprov Sumut

WEBINAR: Sekdaprov Sumut R Sabrina mengikuti webinar "Peran Industri Internet Dalam Memutus Rantai Penularan Covid-19 dan mendukung Kebiasaan Baru di Sumut" yang dilaksanakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi di ruang Sumut Smart Province Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Selasa (14/7). 

Medan (SIB)
Pemprov Sumut mendukung dan siap berkolaborasi dengan semua pihak dalam upaya mewujudkan ekosistem digital yang lebih baik di masa yang akan datang. Apalagi, pandemi Covid-19 menghasilkan fenomena low touch economy atau aktivitas ekonomi yang meminimalkan sentuhan fisik, telah mendorong untuk mengadopsi teknologi digital.

Hal ini disampaikan Sekdaprov Sumut R Sabrina pada acara webinar dengan tema "Peran Industri Internet dalam Memutus Rantai Penularan Covid-19 dan mendukung Kebiasaan Baru di Sumut" di Ruang Sumut Smart Province (SSP), Lantai 6, Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Selasa (14/7).

Hadir sebagai narasumber Direktur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Ahmad M Ramli, dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Ikhsan Baidrus dan perwakilan Telkom Subdit Jasa Telkom Komang B Aryasa serta lainnya. Mendamping Sekda, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis dan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Irman Oemar.

"Kondisi ini telah menciptakan momentum percepatan transformasi teknologi, khususnya digitalisasi proses bisnis di berbagai aktivitas sosial dan ekonomi. Bahkan diyakini hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan baru bagi kita di masa yang akan datang. Untuk itu, tentu infrastruktur teknologi informasi menjadi pendukung yang utama," ucapnya.

Dalam mewujudkan ekosistem digital yang baik, Pemprov Sumut meminta untuk saling bekerja sama saling bahu-membahu meningkatkan kapabilitas yang telah dimiliki, terutama pada daerah-daerah blankspot di Sumut. "Kami mengharapkan pengembangan sektor digital tidak hanya menyasar pada industri menengah ke atas. Namun penetrasi yang dilakukan harus menjangkau seluruh usaha riil dan UMKM yang telah mampu menjadi penyelamat ekonomi di saat krisis. Kami berkeyakinan berdasarkan data, usaha riil dan UMKM memberikan kontribusi sangat nyata terhadap PDRB dan penyerapan tenaga kerja," katanya.

Direktur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Ahmad M Ramli dalam sambutanya menyatakan, pentingnya edukasi pada masyarakat tentang pentingnya penggunaan aplikasi dalam berbagai kegiatan untuk memutus mata rantai Covid-19. Dari data total desa/kelurahan yang sudah terjangkau jaringan 4G di Indonesia sebanyak 70.670 desa/kelurahan. Sedangkan yang belum terjangkau 4G sebanyak 12.548 desa/kelurahan. "Dari jumlah jaringan yang sudah merata di Indonesia, bagaimana kita menggunakan jaringan internet untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu sendiri," katanya.

Dia mengatakan, pemanfaatan internet di Danau Toba yang merupakan sektor prioritas pertumbuhaan ekonomi di Sumut yang sudah didukung 100% jaringan 4G. Diharapkan mampu mengembangkan marketplace untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi UMKM di Sumut. "Dengan demikian perkembangan ini terus kita prioritaskan, dengan harapan dapat terus membantu pertumbuhan ekonomi dengan berdampingan dengan Covid-19," katanya.

Sementara Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Ikhsan Baidrus menjelaskan, banyak platform ekonomi yang memanfaatkan smartphone, perangkat lunak dan application programming interface (API) untuk menciptakan pasar digital dengan berbagai macam layanan dan produk, yang akan berdampak pada peningkatan kebutuhan bandwidth yang signifikan. (M11/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments