Selasa, 12 Nov 2019

Kandidat Ketua DPRD Medan Hasyim SE

Pemko Sebaiknya Libatkan Investor Padat Karya, APBD Jangan Lagi Copy Paste

admin Senin, 16 September 2019 13:45 WIB
Medan (SIB) -Kandidat Ketua DPRD Medan Hasyim SE mengatakan, membangun Kota Medan tidak boleh hanya mengandalkan APBD, tapi harus juga melibatkan investor yang benar-benar ingin membantu Pemko dengan model padat karya.

"Lewat padat karya bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, sehingga pengangguran dapat berkurang," kata Hasyim kepada para wartawan unit DPRD Medan, Kamis (12/9) yang terdiri dari Ketua M Jul Ardi Harahap, Sekretaris Horas Pasaribu, Wakil Ketua Simon Sembiring, Wakil Sekretaris Irwan Manalu, Bendahara Siti dan Roni Neliati. Selama 10 tahun menjadi anggota DPRD Medan, Hasyim mengaku sangat banyak rekomendasi dewan yang tidak ditindaklanjuti Pemko.

"Banyak rekomendasi dewan dari seluruh komisi yang mentah begitu sampai di Pemko. Diharapkan pada periode dewan yang baru ini, sinergisitas antara legislatif dan eksekutif lebih baik lagi. Eksekutif harus memerhatikan dewan, dalam arti, setiap aspirasinya mesti ditindaklanjuti," ungkap Hasyim.

Menurut dia, jika aspirasi terus ditampung-tampung dewan tapi tidak dieksekusi Pemko maka rakyat menyalahkan dewan. Akibatnya, kepercayaan masyarakat kepada dewan jadi berkurang, padahal kebijakan dan keputusan ada di Pemko.

"Seharusnya rekomendasi dewan diakomodir berdasarkan skala prioritas, jangan sampai tidak digubris sama sekali. Jangan sampai tersendat sehingga "bola mati" selalu berada di DPRD. Untuk itu kita harus sejalan, sehingga harmonisasi antara dewan dan eksekutif terjalin dengan baik," terangnya.

Masih banyak pekerjaan rumah (PR) kata Hasyim yang belum terselesaikan antara dewan dan Pemko, di antaranya masalah BPJS program biaya iuran (PBI). Karena BPJS PBI yang sudah dianggarkan, tapi sudah ribuan warga mendaftar kartu BPJSnya tidak keluar.

Ketua DPC PDIP Medan ini menyoroti kalau setiap tahun anggaran, nota APBD yang diajukan Pemko selalu copy paste. Semestinya postur anggaran disusun secara profesional dengan membuat skala prioritas rancangan pembangunan. Anggaran harus berdaya guna bagi masyarakat, disusun dengan teliti, sehingga tidak asal jadi.

Padahal SDM Pemko sudah sangat baik, termasuk Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) adalah orang-orang pilihan. Sehingga dalam menyusun anggaran tidak asal jadi sehingga terkesan malas untuk melakukan pembahasan dengan jangka waktu tertentu.

"Kami melihatnya seperti itu, padahal untuk membahas keuangan daerah besarnya triliunan rupiah harus dibahas secara sistematis. Dalam menentukan postur anggaran OPD dan tim ahli harus dilibatkan. Tapi yang terjadi hanya copy paste, besarannya saja yang berubah, tapi item-itemnya tidak berubah," tuturnya.

Pada pertemuan itu, Hasyim mohon dukungan para wartawan selama dia menjabat Ketua DPRD Medan untuk masa jabatan 2019-2024. Masukan-masukan wartawan sangat diperlukannya, karena masyarakat tidak mengetahui program pemerintah dan legislatif tanpa pemberitaan wartawan. "Banyak tokoh-tokoh nasional dan dunia yang sukses karena pemberitaan wartawan," tuturnya.

Ketua pengurus wartawan DPRD Medan Jul Ardi Harahap mengatakan, pihaknya akan mendukung sepenuhnya Hasyim sebagai Ketua DPRD Medan. Namun Hasyim diminta untuk melibatkan wartawan di dalam tugas-tugasnya, terlebih ketika blusukan ke masyarakat. (M10/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments