Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Pemko Bandung Kunjungi Balai Kota, Pelajari Penanganan HIV/AIDS dan ODHA di Medan

Pemko Bandung Kunjungi Balai Kota, Pelajari Penanganan HIV/AIDS dan ODHA di Medan

admin Jumat, 06 September 2019 11:28 WIB
SIB Roy Marisi Simorangkir
Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Asisten Umum (Asmum) Renward Parapat serta Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi berfoto bersama rombongan Pemko Bandung usai studi tiru di Balai Kota Medan, Kamis (5/9).
Medan (SIB) -Balai Kota Medan kedatangan rombongan Pemko Bandung, Kamis (5/9), yang bersilaturahmi sekaligus menggali, mencari dan belajar serta melakukan studi tiru di Kota Medan. Kedatangan rombongan diterima Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Asisten Umum (Asmum) Renward Parapat, Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.

Diketahui, salah satu materi yang secara khusus dipelajari rombongan di bawah pimpinan Wakil Wali Kota Bandung H Yana Mulyana itu yaitu terkait penanganan dan penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) yang dilakukan Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan Kota Medan.

Dalam pertemuan itu, wakil wali kota mengaku berterimakasih kepada Pemko Bandung karena telah memilih Kota Medan menjadi tempat melaksanakan studi tiru. "Melalui pertemuan ini, kiranya dapat memberi banyak informasi, saran serta masukan bagi Pemko Bandung dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya dalam hal penanganan dan penanggulangan HIV/AIDS,'' katanya.

Selanjutnya Akhyar memaparkan, Pemko Medan menaruh konsentrasi terhadap penangan penyakit HIV/AIDS. Selain itu, pihaknya juga melakukan pendekatan dan menaruh keperdulian yang tinggi terhadap para penderita atau disebut orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Sebab menurutnya, ODHA adalah bagian dari warga Kota Medan yang harus diperlakukan sama dengan warga lainnya.
Diakui, hal itu sebagai bentuk tanggungjawab Pemko Medan. Terlebih lagi, menurutnya, pihaknya berprinsip bahwa tindakan menekan angka pernyebaran dan menjauhi penyakitnya lebih penting dilakukan dibanding menyudutkan penderitanya.

"Selama ini kita banyak melihat diskriminasi terhadap ODHA yang tidak selayaknya dilakukan. Hal itu justru akan berdampak pada tekanan batin pada mereka dan perlahan-lahan akan memberi efek yang semakin memperparah kondisi mereka. Karena itu, kepedulian dan rasa empati sudah seharusnya kita berikan dan tunjukkan bagi para ODHA. Dengan demikian mereka memiliki semangat untuk sembuh serta menjauhkan diri agar tidak kembali dalam pola dan gaya hidup yang salah,'' ungkapnya.

Melalui diskusi yang dilakukan tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengapresiasi sambutan dan informasi dari pihak Pemko Medan. Dikatakan, nantinya setiap saran serta masukan yang diberikan akan menjadi pedomana bagi Pemko Bandung dalam melakukan penanganan dan penanggulangan masalah HIV/AIDS. Dengan begitu, permasalahan penyakit yang kerap menjadi momok menakutkan itu dapat diatasi dengan terukur dan efektif.

''Kami mengucapkan terima- kasih atas sambutan yang diberikan Pemko Medan. Terlebih, banyak ilmu yang kami dapatkan melalui studi tiru kali ini. Semoga dengan pertemuan ini, hubungan yang selama ini terjalin dapat terus terbangun dan berjalan baik. Nantinya, seluruh informasi yang kami terima akan dijadikan bahan rujukan untuk diimplementasikan di Pemko Bandung,'' katanya.

Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut selanjutnya diisi dengan pemaparan dari Kadis Kesehatan Kota Medan terkait pencegahan serta penanggulangan HIV/AIDS dan ODHA. Di akhir pertemuan, wakil wali kota menerima oleh-oleh dari Pemkot Bandung sebagai ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan Pemko Medan. (M15/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments