Selasa, 22 Okt 2019

Pemkab Deliserdang Usul ke Kemen ESDM Penambahan 25.000 Sambungan Gas Elpiji

Jumat, 23 November 2018 11:00 WIB
Lubukpakam (SIB) -Pemerintah Kabupaten Deliserdang mengusulkan tambahan 25.000 sambungan gas Elpiji pada tahun 2019-2020 ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Usulan itu dilakukan mengingat saat ini PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sedang memasang jaringan gas alam di 7 desa di Kecamatan Tanjungmorawa sebanyak 5.600 sambungan tahun 2018.

"Saat ini progres pengerjaan pembangunan di 7 desa tersebut sudah lebih dari 80 persen. Pengerjaan pemasangan jaringan sudah dilakukan semenjak bulan Juni lalu. Direncanakan pengerjaan akan selesai akhir Desember 2018," kata Kabag Perekonomian Pemkab Deliserdang, Putra Jaya Manalu kepada SIB, Kamis (22/11) di Lubukpakam.

Disebutnya, pemasangan jaringan gas Elpiji ke rumah masyarakat itu sudah lebih 80 persen progresnya diketahui dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian ESDM. Katanya, sebelum akhir Desember 2018 gasnya sudah bisa dihidupkan ke rumah-rumah dan nanti akan dibuat lounching penggunaan sambungan tersebut.

Mantan Kepala Dinas Pasar Deliserdang itu menyebut bahwa Pemkab sengaja mengusulkan tambahan sambungan ke pusat, karena proyek itu sangat ditunggu-tunggu karena murah, aman dan stabil selama 24 jam ada gasnya. "Manfaat nantinya pasti sangat dirasakan masyarakat. Sesuai Memorandum of Understanding (MoU) yang dibuat antara Pemkab dengan Dirjen Migas bahwasanya penyelesaian proyek di 7 desa itu selesai di awal Januari 2019," kata Manalu.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui apakah permohonan Pemkab Deliserdang untuk pemasangan 25 ribu tambahan disetujui atau tidak. "Saya sudah konsultasi ke Jakarta kemarin, katanya mereka sedang bahas pagunya. Kalau untuk kuotanya sudah dapat katanya, hanya saja rinciannya belum diketahui dimana saja," ucap Putra Jaya Manalu.

Sebelumnya PPK PT PGN, Sofyan menjelaskan proyek pemasangan jaringan gas alam di Tanjungmorawa tersebut ditargetkan selesai 2018. Ia menyebut untuk di Sumatera Utara pemasangan gas alam itu merupakan proyek pertama kalinya. Selain Kabupaten Deliserdang pengerjaan yang sama juga akan dilakukan di kawasan Kota Medan.

"Masyarakat tidak perlu kawatir atas adanya pembangunan pemasangan jaringan gas nanti. Gas yang ada nantinya lebih ringan, kalau terjadipun kebocoran dia akan ke atas, karena ringan. Jadi beda sama gas LPG yang di rumah, karena dia berat dan disaat bocor dia akan ke bawah dan inilah yang bisa meledak. Biaya nanti juga akan lebih murah kalau sudah dipergunakan, karena ada juga berapa biaya pemakaiannya nanti perbulan," kata Sofyan. (C06/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments