Jumat, 22 Nov 2019

Pemilik Lahan Protes Proyek Pembangunan Bendungan di Batangkuis

* Warga Keluhkan Pemilik Proyek Belum Bayar Lahan
admin Rabu, 11 September 2019 10:46 WIB
SIB/Lisbon Situmorang
PLANG PROYEK: Plang proyek pelaksanaan pembangunan bendungan Sungai Serdang di Batangkuis tertera bahwa kontrak pekerjaan sudah dimulai 18 Oktober 2018, namun hingga saat ini masih ada lahan yang belum dibayar. Foto diabadikan baru-baru ini.
Batangkuis (SIB) -Proyek pembangunan waduk (Bendungan-red) yang berada di Sungai Serdang Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batangkuis Kabupaten Deliserdang, sudah berlangsung hampir setahun, namun ternyata pembebasan lahan untuk proyek itu, hingga sekarang masih ada yang belum dibayar.

Pemilik lahan maupun ahli waris menuding pihak pengadaan lahan yakni pihak Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batangkuis dan BPN Deliserdang tidak transparan menentukan luas lahan yang akan dibayarkan BWS (Balai Wilayah Sungai) Sumatera II selaku pengguna lahan. Dengan itu, pemilik lahan maupun ahli waris mempertanyakkan hal itu.

Wahyuddin (35) warga Desa Lubuk Bayak Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai selaku ahli waris dari pemilik lahan Alm Hasanuddin kepada SIB baru-baru ini mengatakan, masa pembebasan itu sudah berlangsung sejak 2017, namun hingga sekarang lahannya belum dibayarkan, sekalipun lahan itu sudah menjadi sarana jalan untuk menuju pembangunan bendungan.

Menurutnya, luas tanah mereka yang digunakan seluas 14 rante sesuai dengan surat tanah yang dikeluarkan pihak Desa atas nama orangtuanya. Namun pihak pengadaan lahan selalu mengklaim bahwa di tanah yang hendak dibayarkan bukan 14 rante karena sebahagian tanahnya sudah menjadi jalan. Dengan itu, pihaknya tidak menerima pembayaran itu dengan luas tanah yang diusulkan pihak pengadaan lahan.

Disebutkan, tanah mereka sebelumnya kerap digunakan orang untuk jalan, karena di lahan darat itu sebelumnya ditanami tanaman keras, sehingga pihaknya tidak pernah keberatan kalau lahan itu dipergunakan orang untuk jalan. Melalui pertemuan yang difasilitasi pihak Desa, pihaknya keberatan kalau di lahan itu disebutkan ada jalan, karena tidak pernah terdaftar sebagai jalan umum.

Hal senada disampaikan pemilih lahan Tagor Muda Nasution (44) warga Dusun I Desa Tembung Kecamatan Percut Seituan, baru-baru ini kepada SIB. Lahan darat miliknya sebelumnya sudah dikaplingi dan sudah terjual kepada pihak lain. Sebagai pemilik lahan kaplingan, pihaknya sudah menyediakan jalan kamplingan.

Namun hingga Tahun 2017 sejak lahan itu akan dipergunakan untuk pembangunan bendungan, di lahan kaplingan itu belum ada yang membangun, sehingga jalan yang diperuntukkan sebelumnya tidak pernah menjadi jalan. Dengan itu, pihaknya memperbaiki kepemilikan tanah yang dikeluarkan pihak Desa bahwa jalan yang sudah diperuntukkan itu adalah miliknya sesuai dengan pernyataan batas-batas pemilik lahan kaplingan.

Di lahan itu juga sebelumnya sudah ada diperuntukkan untuk tanah wakaf, namun tanah yang disebut-sebut untuk lahan wakaf itu hingga sekarang belum diwakafkan kepada pihak manapun. Namun pihak pengadaan lahan menyatakan di lahan itu sudah menjadi jalan dan menjadi tanah wakaf, sehingga tidak bisa dibayarkan.

"Kalau itu jalan kepada siapa dibayarkan dan kalau itu tanah wakaf, kepada siapa diwakafkan. Kenapa pihak pengadaan lahan menyatakan hal itu tanpa dasar yang jelas" tanya Tagor Muda Nasution.

Terkait hal itu, Kepala BPN Deliserdang Hiskia Simarmata ketika dikonfirmasi SIB melalui WhatsApp pribadinya, Senin (9/9) menyebutkan jaman sudah berobah, tidak ada yang bisa bermain-main dalam hal itu, karena semua pemilik lahan langsung SKPD yang menyerahkan. BPN dalam hal itu hanya memperhatikan betul nggak diserahkan kepada orangnya. Dia menjamin anggotanya tidak mungkin bermain-main dalam hal itu. (T03/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments