Sabtu, 25 Mei 2019

Pemilihan Kades Durian IV Mbelang STM Hulu Empat Kali Tanpa Hasil

* Camat Akui Tidak Libatkan P2K
admin Rabu, 15 Mei 2019 10:33 WIB
Ilustrasi
Deliserdang (SIB) -Anggota DPRD Deliserdang dari Fraksi PAN, Sulikin Ginting menilai pemilihan Kepala Desa (Kades) Durian IV Mbelang Kecamatan STM Hulu yang sudah empat kali digelar namun belum ada yang terpilih terlalu dipaksakan. Sebab menurutnya Panitia Pemilihan Kepala (P2K) desa tidak dilibatkan, yang mengambil peran semua ialah pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

"Sudah empat kali digelar pemilihan Kades, dua kali hasil draw dan dua kali batal. Saya kurang setuju proses pemilihan Kades seperti itu karena tanpa proses musyawarah terlebih dahulu, sehingga terkesan ada pemaksaan oleh pihak BPD setempat," kata Sulikin kepada SIB di Lubukpakam, Selasa (14/5).

Menurutnya, pemilihan Kades harus terlebih dahulu dilakukan melalui musyawarah desa. Namun kenyataan berbalik, malah pihak BPD yang mengambil peran semua dalam pemilihan Kades itu.

"Apa guna P2K dibentuk, kenapa tidak difungsikan. Seharusnya P2K yang mengambil peran semua dalam pemilihan. Ini malah BPD yang ambil peran semuanya mulai dari persiapan kertas suara pemilihan dan lainnya. Ada apa ini BPD? wajar kita mencurigai, karena tidak wajar tanpa menjalani ketentuan yang berlaku," heran Sulikin Ginting

Diterangkannya, saat ini Kades Durian IV Mbelang dijabat PLt Tabar Ginting. Tiga minggu lalu dilakukan pemilihan Kades pertama kali dengan 3 kandidat yaitu Ngamani Barus, Saksi Ginting dan Marjuki Kaban. Jumlah pemilih sebanyak 29 orang mulai dari kepala dusun, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Hasil pemilihan pertama draw, dimana Ngamani meraih 14 suara dan Saksi Ginting 14 suara, sementara Marjuki hanya 2 suara, dimana satu pemilih absen. Maka pemilihan Kades dengan 2 kandidat dilakukan 2 minggu lalu dengan hasil Ngamani 14 suara dan Saksi 14 suara.

Kemudian kata Sulikin, pemilihan tahap ketiga seminggu yang lalu batal dilaksanakan karena pihak BPD terlambat datang ke lokasi. Pemilihan keempat yang dilaksanakan Senin (13/5) kembali batal dilaksanakan karena bulan puasa.

"Demikianlah proses pemilihan Kades tanpa musyawarah terlebih dahulu, sehingga bertele-tele dan belum ada yang terpilih. Saya duga ada keterlibatan BPD ke salah satu calon dalam proses pemilihan ini. Sebaiknya BPD jangan menyampuri, berikanlah hak proses pemilihan kepada P2K, biar netral," cetus politisi PAN itu mengakhiri.

Camat STM Hulu, Budiman Sembiring yang mewakili BPD setempat saat dikonfirmasi melalui telepon seluler membantah proses pemilihan Kades itu dilakukan tanpa musyawarah desa. "Proses sudah berjalan hingga empat kali, dan kertas pemilihan sudah terbentuk dan sudah melibatkan tokoh masyarakat/agama. Jadi dari mana jalannya tidak dilakukan musyawarah terlebih dahulu dan mengapa disebut terlalu dipaksakan, proses persiapan ini sudah berjalan 5 bulan yang lalu," katanya.

Ia mengakui P2K tidak dilibatkan karena diduga terpecah terkait ada dugaan keberpihakan ke masing-masing calon. "Iya benar tidak kita libatkan P2K, jadi tugas-tugas untuk persiapan dan pelaksanaan pemilihan diambil -alih BPD, dan saya yakin BPD netral. Menurut saya itu dibenarkan, karena segala sesuatu keputusan merupakan wewenang dari desa," ungkap Budiman Sembiring.

Budiman juga membenarkan proses pemilihan dilakukan hingga empat kali namun belum ada keputusan siapa terpilih. "Dua kali digelar hasilnya draw, satu kali batal dilakukan karena pihak BPD terlambat, satu kali batal dilakukan karena ada interupsi dari salah satu calon. Rencana selanjutnya akan kita panggil kedua saksi dari calon Kades di Kantor Camat, bicarakan rencana pemilihan selanjutnya dan teknis lainnya," terangnya mengakhiri.(T05/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments