Sabtu, 26 Sep 2020

Pemberian Listrik Gratis dan Diskon, PLN Gunakan Data Kemensos

Kamis, 16 April 2020 11:16 WIB
kumparan.com

Ilustrasi

Medan (SIB)
Arahan Presiden Jokowi pada 31 Maret 2020 yang memberikan keringanan bagi golongan pelanggan PLN tidak mampu, telah dimulai pada bulan April ini. Namun ternyata masih ada masyarakat yang belum memahami golongan tarif daya apa saja yang berhak mendapatkannya.

Ditanya mengenai hal itu, Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, Jimmi Aritonang kepada wartawan, Senin (13/4) mengatakan, sosialisasi di berbagai media telah dilakukan, namun ternyata tidak serta merta mudah diterima masyarakat.
"Masih banyak pertanyaan yang masuk ke PLN, mengapa saya tidak mendapatkan? Mengapa si A malah dapat?

Kami menegaskan bahwa PLN menjalankan arahan pemerintah pusat yaitu memberikan listrik gratis dan diskon hanya kepada golongan pelanggan yang terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dikelola Kementerian Sosial sebagai Pelanggan Tidak Mampu", kata Jimmi.

Pelanggan Subsidi dan Non-Subsidi
Menurutnya tahun 2016 Kementerian Sosial membentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Tim itu berwenang menentukan masyarakat mana yang layak atau tidak layak berdasarkan kategori tertentu untuk mendapatkan subsidi yang dirangkum dalam Basis Data Terpadu (BDT).

“BDT ini kemudian diakses lembaga-lembaga yang membutuhkan data terkait bantuan, subsidi dan yang lain, yang berperan dalam penanggulangan kemiskinan, salah satunya PLN”, kata Aritonang.

Sedangkan untuk kode mampu pada tarif listrik ini merupakan kewenangan Kementerian ESDM sebagai pengelola tarif listrik. Pada sistem PLN yang telah terkoneksi pada BDT TNP2K, pelanggan yang mendapat subsidi atau tidak, akan mendapat kode khusus.
“Sebagai operator, PLN tidak berwenang menetapkan pelanggan layak atau tidak layak mendapatkan subsidi, yang menentukan adalah pemerintah melalui TNP2K”,katanya.

Jimmi melanjutkan, saat ini yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana masyarakat tau bahwa ia mendapatkan bantuan stimulus listrik itu "Bisa dicek dengan cara melihat struk tagihan rekening listrik pelanggan atau struk pembelian token terakhir. Jika ada kodenya R1 M 900, maka anda termasuk pengguna listrik pasca-bayar yang Mampu.

Jika kode anda R1 MT 900 maka anda pengguna listrik prabayar yang mampu. Dua kode golongan tarif daya ini tentu tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah",katanya.
Jika kode yang ada di struk rekening listriknya adalah R1 450 atau R1 900 saja atau struk pembelian token adalah berkode R1 T 450 atau R1T 900, maka pelanggan itu dipastikan mendapatkan bantuan stimulus listrik. (M01/c)

T#gs PLN Gunakan Data KemensosArahan Presiden JokowiJimmi AritonangMedanPemberian Listrik Gratis dan DiskonTNP2K
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments