Selasa, 04 Agu 2020

Pelaku UMKM di Sumut Mengeluh Daya Beli Masyarakat Berkurang

Selasa, 07 April 2020 18:53 WIB
republika.co.id

Ilustrasi

Medan (SIB)
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara mengeluh akibat banyak produk UMKM tak laku karena daya beli masyarakat berkurang.

“Sudah dua pekan usaha kami tutup karena kurangnya daya beli masyarakat, terpaksa para pekerja dirumahkan hingga batas waktu tak menentu. Untung pemerintah langsung hadir memberikan keringanan kepada pelaku UMKM dengan memberikan kelonggaran membayar kredit usaha 1 tahun,” kata Jaka pelaku UMKM kepada SIB, Senin (6/4).

Dijelaskan, para pelaku UMKM Sumut mengeluh tetapi mengapresiasi kebijakan pemerintah yang langsung turun memberikan kebijakan keringanan pembayaran kredit dan cicilan di bawah Rp 10 miliar.

“Kemudahan ini diberi setelah Presiden Jokowi mendapat keluhan dari pelaku UMKM. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa bantuan diberikan kepada pelaku UMKM yang memiliki cicilan kredit akan diberi kelonggaran 1 tahun untuk membayar,” ujarnya.

Sementara di tempat terpisah, Plt Kadiskop dan UKM Sumut Dr Ridha Haykal Amlal SH mengatakan, pelaku UMKM sangat terpuruk atas merebaknya Covid-19, karena produk tak laku dijual akibat daya beli masyarakat berkurang.
“Saat ini daya beli masyarakat berkurang, karena tidak adanya uang akibat peraturan pemerintah tinggal di rumah dengan merebaknya Covid-19 untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut,” katanya.

Jadi dengan adanya perhatian pemerintah itu, pelaku UMKM di Sumut tidak khawatir lagi dengan membayar iuran kredit, karena adanya gangguan roda usaha pelaku UMKM. “Pemerintah sudah hadir untuk membantu rakyatnya sehingga tidak bertambah susah tetapi dapat tetap berusaha untuk membutuhi kebutuhan keluarga mereka,” ujarnya.

Haykal berharap pelaku UMKM Sumut harus kreatif, jeli lihat peluang dan strategi marketing yang baik. Sehingga produknya diterima masyarakat. UMKM merupakan salah satu pondasi ekonomi Indonesia. Di mana, saat krisis moneter 1998, UMKM dapat bertahan dari serangan krisis dan tetap eksis. Saat ini, UMKM dapat membantu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi suatu negara karena sektor ini akan banyak menyerap tenaga kerja.

Ia berharap agar pelaku UMKM dapat terus berinovasi dan tidak bosan membuat terobosan-terobosan, baik dalam mengembangkan produk dan marketingnya. Sehingga, dapat berkembang dan membuka lowongan pekerjaan untuk orang lain. (M12/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments