Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Pelajar Bawa Sajam dan Molotov Diamankan, Ada yang Positif Narkoba Ikut Unjukrasa di DPRDSU

Pelajar Bawa Sajam dan Molotov Diamankan, Ada yang Positif Narkoba Ikut Unjukrasa di DPRDSU

admin Selasa, 01 Oktober 2019 12:08 WIB
SIB/Roy Surya Damanik
TUNJUK BARANG BUKTI: Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Narkoba AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Kasat Reskrim Kompol Eko Hartanto dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Marasutan menunjukkan barang bukti parang, gunting, knuckles, batu dan 3 botol molotov yang diamankan dari sejumlah pelajar saat mengikuti aksi unras menolak RUU KUHP di Gedung DPRD Sumut, di Mapolrestabes, Senin (30/9).
Medan (SIB) -Selain pelajar yang positif menggunakan Narkoba, personil Polrestabes Medan juga mengamankan sejumlah pelajar yang membawa senjata tajam (sajam) jenis parang, gunting, knuckles, batu dan 3 botol molotov saat mengikuti aksi unjuk rasa (unras) menolak RUU KUHP di Gedung DPRD Sumut belum lama ini.

Usai diamankan dan diberi nasehat serta peringatan, para pelajar masing-masing berinisial MA (17), SS (16), AS (15) dan Ri (17) selanjutnya dikembalikan kepada orangtua masing-masing.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Narkoba AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Kasat Reskrim Kompol Eko Hartanto dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Marasutan dalam keterangan persnya di Mapolrestabes, Senin (30/9) sore mengatakan, dalam aksi unras yang terjadi pada, Kamis (26/9), 58 pelajar diamankan.

"Petugas Polrestabes Medan mengamankan 58 pelajar yang terindikasi melakukan tindak anarki saat unras. Pelajar yang kita amankan ini terindikasi melakukan tindak anarki yakni melakukan pelemparan terhadap petugas dan Gedung DPRD Sumut. Setelah kita lakukan pendataan, kemudian para pelajar kita kembalikan ke orangtuanya masing-masing," ujar Dadang.

Sehari berikutnya tepatnya pada, Kamis (27/9) sambung Dadang, Polrestabes kembali mengamankan 520 pelajar dari berbagai sekolah yang ikut dalam unras. Dari yang diamankan sekitar 517 siswa terindikasi melakukan tindak anarki seperti pelemparan.

"Dari 517 siswa yang diamankan, tercatat empat orang positif menggunakan narkoba. Keempat pelajar itu sudah kita kembalikan ke orangtuanya masing-masing, dan kini sedang menjalani rehab. Empat pelajar lainnya juga kita amankan karena kedapatan membawa sajam dan molotov. Ketiganya juga sudah dikembalikan ke orangtuanya masing-masing," terangnya.

Dengan adanya kejadian ini, Kapolrestabes meminta para pelajar jangan dilibatkan dalam aksi unjukrasa. Sebab dikhawatirkan dapat berpotensi melakukan kekerasan atau bahkan menjadi korban tindak anarki. Hampir keseluruhan orangtua siswa tidak tahu kalau anaknya ikut aksi. "Pada umumnya mereka juga tidak tahu apa yang menjadi tujuan aksi. Kepolisian akan terus berupaya melakukan pendekatan dan pengamanan secara humanis. Tapi kalau tidak bisa dikendalikan, kita tentunya akan melakukan tindakan yang sesuai prosedur," imbaunya.

Ditanya terkait aksi para pelajar yang turun ke jalan diduga ditunggangi atau dimanfaatkan kelompok tertentu, Kapolrestabes menjelaskan bahwa para siswa bergerak karena melihat sosial media (sosmed). "Mereka (siswa-red) bergerak karena adanya pemberitahuan dari medsos. Pantauan kami, mereka bergerak dari senior-senior mereka yang mensugesti adik-adik pelajar ini. Secara keseluruhan pelajar sudah dikembalikan kepada orangtua," terang Dadang.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kota Medan, Marasutan menambahkan untuk mengantisipasi keterlibatan siswa dalam unras, pihaknya sudah menyampaikan imbauan dan edaran ke sekolah-sekolah. Tak itu saja, pihaknya juga telah memerintahkan setiap sekolah agar mengintensifkan kegiatan ekstrakurikuler.

"Upaya untuk mencegah siswa mengikuti aksi unras terus kita lakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik dalam Aksi Unjuk Rasa yang Berpotensi Kekerasan. Saat ini kita juga sedang menunggu hasil pemeriksaan apakah ada oknum guru yang terlibat memberi izin para siswa untuk ikut unjuk rasa," ungkapnya.(M16/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments