Minggu, 08 Des 2019

Pegawai PD Aneka Industri dan Jasa Sumut Kembali Datangi Dirut dan Dirop

* Dirut Renny : Apa Dikatakan Pegawai Itu Bohong
admin Selasa, 08 Oktober 2019 20:18 WIB
Medan (SIB) -Para pegawai Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa (AI dan Jasa) Provinsi Sumatera Utara yang diberhentikan secara sepihak tanpa alasan, Senin (7/10) kembali mendatangi dua direksi perusahaan tersebut guna mempertanyakan hak mereka yang sudah mengabdi 17 tahun hingga 30 tahun lalu.

"Kekecewaan kami terima, Direktur Utama Renny Maisyarah dan Direktur Operasional M Hidayat Nur tidak merespon keluhan yang kami sampaikan. Bahkan dengan lantang Dirut mengatakan, silahkan kalian mengadu kemana saja termasuk ke Gubsu, saya tidak takut," ujar Koordinator pegawai PD AI dan J Sumut Tiurma Elfrida Aritonang mewakili teman-temannya seraya meniru ucapan Dirut kepada mereka usai mendatangi dua direksi tersebut di kantornya Jalan A.Yani Medan kepada SIB, Senin (7/10).

Kedua direksi tersebut kurang merespon mereka. Bahkan, katanya kepada mereka, kalau urusan hak mereka akan dibahas Rabu, 9 Oktober di kantornya. Pihak direksi masih akan membahas dengan Disnaker dan pihak penasehat hukum perusahaan daerah Pemprovsu. "Kami masih akan bahas tentang kalian ini," ujar Renny saat menerima kedatangan mereka.

Menurut para karyawan itu, sejak Juni mereka disuruh tidak usah masuk kantor menunggu ada panggilan dari perusahaan. Namun karyawan tetap bekerja tiga hari dalam seminggu dengan tetap mengisi absen di kantor Jalan A Yani kawasan Kesawan ex Kantor Dinas Pariwisata Sumut.

"Kami khawatir jika tidak masuk kantor, direksi akan memberi sanksi meskipun kami tidak penuh masuk selama 6 hari kerja. Bahkan sejak Juni hingga September 2019 kami tidak menerima gaji."

"Kami sangat berharap dapat menerima pesangon untuk biaya pendidikan anak-anak," ujar Tiurma didampingi 6 dari 12 rekannya.
Menurut Tiurma, dari 12 orang hanya dia yang diberhentikan terhitung 1 Juni 2019. Surat pemberhentian 31 Mei 2019 itu ditandatangani Direktur Utama PD AI dan J, Renny Maisyarah dan Direktur Operasional M Hidayat Nur. Disebut di surat itu yang bersangkutan akan diberikan hak-hak normatif akibat PHK dengan jumlah yang sudah disepakati.

Kata Tiurma, surat pemberhentiannya itu diterimanya 26 September 2019 dan diteken di buku ekspedisi PD AI dan Jasa, sedangkan teman-temannya disuruh mengambil surat sama 6 Oktober 2019 di kantor tersebut. Tapi mereka menolak, tidak mau menerimanya.
Tidak Benar

Sementara itu Direktur Utama PD AI dan J Propinsi Sumatera Utara Renny Maisyarah ketika ditanya SIB melalui telepon selular, Senin (7/10) mengatakan, bahwa 12 pegawai di PD dipimpinnya itu sudah diberhentikan. Dan surat pemberhentian itu sudah diterima mereka masing-masing Juni 2019.

"Jadi apa yang diungkapkan mereka yang diberhentikan sepihak, tidak menerima gaji dan mengisi absen lewat "finger-print" di kantor, semuanya tidak benar. Bohong mereka itu semua," ujar Renny lantang.

Sebelumnya kepada SIB 2 Oktober, Renny membantah tidak benar dia memberhentikan secara sepihak, karena masalah mereka tengah dimediasi untuk membicarakan berapa nilai yang akan diberikan," ujar Renny.

Menurut Renny, pihaknya akan bertemu kembali dengan 12 pegawai untuk mediasi dengan pihak Disnaker dan penasehat hukum guna menghitung berapa nilai pesangon yang akan diberikan kepada mereka. "Artinya lewat mediasi ini akan diketahui jalan keluarnya. Yang jelas perusahaan merugi," ujarnya. (M2/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments