Kamis, 17 Okt 2019

Pasien PBI dan BPJS Kesehatan Meningkat di RS Pirngadi Medan

Selasa, 19 Mei 2015 11:25 WIB
Medan (SIB)- Hingga April 2015, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan menangani  49.181 pasien Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta mandiri BPJS Kesehatan di poli klinik dan instalasi rumah sakit itu.  

Jika dikerucutkan, untuk kunjungan di poliklinik selama empat bulan di tahun 2015, paling tertinggi pasien mengeluhkan terhadap penyakit dalam sebanyak 13.808 pasien. "Kalau kunjungan tertinggi lainnya yakni di Instalasi Patologi Klinik sebanyak 25.693 pasien," jelas Kasubbag Hukum Humas RS Pirngadi Edison Peranginangin kepada wartawan SIB, Senin (18/5).

Sedangkan untuk pasien BPJS Kesehatan yang mendapatkan perawatan intensif (rawat inap)  mencapai 4.840 pasien. "Peserta mandiri BPJS Kesehatan yang rawat inap sebanyak 3.925 pasien. Sedangkan PBI sebanyak 915 pasien," ujarnya.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam, dr M Aron Pase SpPD menjelaskan, penyakit degeneratif (penyakit)  akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh dari keadaan normal menjadi lebih buruk) yang sering terjadi harus dicegah sedini mungkin. Sebab, WHO mencatat setiap tahunnya penyakit ini menyebabkan kematian hingga 38 juta orang yang sebagian besar di negara berkembang. Ironisnya, 16 juta kematian terjadi pada mereka yang berusia di bawah 70 tahun. 

“Saat ini Indonesia menduduki peringkat ketujuh dunia penyakit tidak menular itu. Bukan tidak mungkin Indonesia menduduki peringkat kelima dunia jika hal ini tidak dicegah seperti melakukan pola hidup sehat,” sebut Aron Pase.

Memang, sebut Aron,  penyakit dalam seperti diabetes bukan merupakan penyakit yang membunuh manusia. Namun, komplikasinyalah yang membuat seseorang mengalami penyakit jantung dan komplikasi lainnya. “Seperti rekan-rekan media, karena sibuknya mengedit berita hingga larut malam, lupa untuk makan. Malah makannya terlalu malam. Ini yang tidak boleh dan ini bisa memicu terjadinya diabetes,” sebutnya.

Seharusnya, makan malam dilakukan di bawah jam 8 malam. Jika malam terasa lapar, dirinya menganjurkan agar mengonsumsi buah-buahan agar esok hari proses pencernaan menjadi lebih baik. "Makanan yang mengandung karbohidrat sangat penting bagi tubuh, akan tetapi jangan berlebihan. Keteraturan dan kedisiplinan harus dijaga. Selain itu, selalu menjaga kesehatan tubuh dengan melakukan olahraga minimal 30 menit,” pesannya.

Lebih lanjut Aron menuturkan, setiap tahunnya sekitar 1 dari 10 penyandang prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2. Jika tidak ditangani, penyandang diabetes tipe 2 dapat menyebabkan kebutaan, gagal ginjal, kerusakan saraf, penyakit jantung, bahkan stroke.

Gangguan lain yang juga perlu diwaspadai adalah dislipidemia, yaitu kelainan metabolisme lemak yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan kompenen lemak dalam darah. Dislipedemia dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri koroner (aterosklerosis).

Aron juga menekankan pemeriksaan dini sebagai upaya preventive medicine sangat perlu dilakukan dilakukan baik kepada anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. (Dik-DHS/w)
 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments