Jumat, 13 Des 2019

Pasien Banyak Tidak Bisa Mencoblos di RS Pirngadi dan Adam Malik

admin Kamis, 18 April 2019 14:19 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Sebanyak 82 pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Pirngadi Medan (RSPM) tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019, Rabu (17/4), karena pasien dan keluarganya tidak memiliki formulir A5 atau pindah memilih.

Kasubag Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan Edison Perangin-angin mengatakan, berdasarkan pendataan yang mereka lakukan, Selasa (16/4), ada 84 pasien rawat inap yang menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut. Namun hanya 29 orang yang berjanji akan mengurus formulir A5.

Tetapi pada hari pencoblosan, hanya ada satu pasien dan satu orang keluarga yang mendampingi yang memiliki formulir A5. "Sebelum tanggal 10 sudah kita sosialisasikan pada pasien dan keluarganya untuk mengurus A5 kalau mau memilih di rumah sakit. Kemarin ada 29 orang yang berjanji akan mengambil A5 itu. Tapi hari ini hanya dua yang punya, ya mereka saja yang bisa memilih," kata Edison.

Sementara Ketua PPS Perintis, Indra Lubis mengatakan, sesuai aturan, pemilih pindahan harus memiliki A5 jika ingin menggunakan hak pilihnya. Ia mengaku telah melakukan upaya maksimal agar seluruh warga terutama pasien dapat menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi ini.

"Kami sudah jauh-jauh hari bekerjasama dengan pihak rumah sakit, menyosialisasikan kepada pasien dan keluarganya langsung ke ruangan-ruangan untuk itu (A5). Jadi kami rasa sudah optimal," ujarnya.

Hal serupa terjadi di RSUP H Adam Malik (RSHAM). Ratusan pasien, keluarga dan pegawai juga tidak memberikan hak suaranya karena tidak membawa surat atau formulir A5. Mereka mengaku kecewa, karena informasi soal A5 tidak sampai. Sebagian besar mereka hanya membawa e-KTP dan formulir C6. "Informasi yang kami dengar, pakai e-KTP bisa. Makanya saya cuma pakai e-KTP saja, soal A5 saya tidak tahu," kata salah seorang pegawai bernama Ruth.

Begitu juga dengan pasien Sri Harta boru Silaban. Bahkan, dia bersikeras di depan panitia pemungutan suara (PPS) Kelurahan Kemenangan Tani Kecamatan Medan Tuntungan yang mobile ke ruang-ruang pasien RSUP H Adam Malik, agar diberikan surat suara, sehingga bisa mencoblos. Namun, petugas KPPS bersikeras tidak memberikannya, karena nenek berusia 71 tahun warga Helvetia Tengah itu hanya membawa surat C6 (undangan memilih) bukan A5 (pindah memilih). "Saya sangat-sangat menyesal tidak bisa memilih," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Ketua PPS Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan Fadli mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan surat suara kepada pasien, keluarga dan pegawai yang hanya membawa C6. Sebab, formulir C6 itu hanya bisa digunakan di TPS tempat dirinya terdaftar.

Dari sekian banyak pasien dan keluarga pasien RSUP H Adam Malik, hanya dua orang yang bisa memilih karena membawa formulir A5. Yakni, Minar Arthayati Sirait dan Dean Haris Sitanggang warga Parapat, Kabupaten Simalungun. (M17/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments